Catut Nama Gubernur Gorontalo di FB, Penarik Bentor Tiduri Perempuan

Kompas.com - 22/11/2018, 12:29 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

GORONTALO, KOMPAS.com – BI (41), warga Tapa Kabupaten Bone Bolango ditangkap polisi karena melakukan penipuan menggunakan akun Facebook “Rusli Habibie” Gubernur Gorontalo.

BI yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak motor (bentor) ini menggunakan akun media sosialnya untuk melakukan berbagai penipuan.

Modus yang digunakan adalah melakukan pengiriman pesan pribadi yang dilanjutkan dengan pertemuan di sejumlah tempat termasuk hotel.


Bahkan, ia juga mengajak berhubungan badan sejumlah wanita. Ia juga tak segan membawa kabur barang berharga seperti perhiasan, ponsel, uang dan barang berharga lainnya.

“BI mencatut nama pejabat di akun Facebook untuk melakukan penipuan dan penggelapan,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Gorontalo, AKP Handy Senonugroho, Kamis  (22/11/2018).

Baca juga: Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Dari penyelidikan awal, setidaknya terdapat 3 perempuan yang menjadi korbannya. Salah satu korbannya kemudian melaporkan kepada polisi.

Polisi berhasil menciduk BI setelah berpura-pura menjadi korban. BI tak berkutik saat ditangkap petugas.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie  berharap aksi penipuan dengan mencatut nama pejabat tidak terjadi lagi karena dapat merugikan banyak orang.

“Yang jelas saya merasa dirugikan. Nama baik dan jabatan saya. Apalagi yang dilakukan oleh oknum tersebut sangat memalukan,” jelas Rusli Habibie.

Rusli Habibie meminta warga untuk waspada dan tidak mudah percaya dengan aksi penipuan melalui media sosial.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Regional
Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Regional
Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Regional
Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X