Kompas.com - 21/11/2018, 12:57 WIB
Kadmiya (50), salah seorang pengrajin gerabah andalan di Desa Sitiwinangun, Jamblang, Cirebon, Jawa Barat. Ia mengakui, dalam soal disain dan inovasi, para pengrajin gerabah di Sitiwinangun masih kalah dengan para pengrajin gerabah di Kasongan, Jogjakarta, maupun para pengrajin gerabah di Pagar Jurang, Mbayat, Klaten, Jawa Tengah. Meski demikian, produk gerabah Sitiwinangun terbuat dari bahan tanah lebih kuat. Gerabah Sitiwinangun pun lebih kuat, dan kaya ornamen peninggalan Keraton Pakungwati. Sayang, kekayaan ornamen ini belum dikembangkan maksimal oleh para pengrajin gerabah di Sitiwinangun. KOMPAS/WINDORO ADIKadmiya (50), salah seorang pengrajin gerabah andalan di Desa Sitiwinangun, Jamblang, Cirebon, Jawa Barat. Ia mengakui, dalam soal disain dan inovasi, para pengrajin gerabah di Sitiwinangun masih kalah dengan para pengrajin gerabah di Kasongan, Jogjakarta, maupun para pengrajin gerabah di Pagar Jurang, Mbayat, Klaten, Jawa Tengah. Meski demikian, produk gerabah Sitiwinangun terbuat dari bahan tanah lebih kuat. Gerabah Sitiwinangun pun lebih kuat, dan kaya ornamen peninggalan Keraton Pakungwati. Sayang, kekayaan ornamen ini belum dikembangkan maksimal oleh para pengrajin gerabah di Sitiwinangun.
Penulis Windoro Adi
|


KOMPAS.com - Produk gerabah Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Cirebon, sampai sekarang masih didominasi pasar untuk kebutuhan sehari hari.

Produk kendil ari-ari, tempayan tempat empal gentong, pendaringan (tempayan tempat beras) tungku kecil untuk memasak kue basah serabi, dan tungku tungku besar lainnya, seperti disampaikan pedagang Nurwati (38) dan suaminya, Jayadi (38), Senin 19/11/2018), masih menjadi andalan keuntungan mereka.

“Peringkat kedua terbanyak pembelinya adalah memolo (ornamen khas Jawa Barat yang dipasang di atas bangunan), dan topeng Cirebon. Topeng topeng ini sebagai bahan prakarya kalangan siswa SD dan SMP, untuk selanjutnya di warnai atau dilukis,” tutur Nurwati (38), saat ditemui dirumahnya di Blok Sentul, Sitiwinangun.

Beberapa tahun terakhir ini, lanjut Jayadi, produk memolo bertambah.

“Biasanya untuk cukup makam atau gapura makam, rumah, mushola, dan beberapa balai pertemuan desa,” ujar Jayadi.

Menurut Nurwati, dalam sepekan bibinya yang juga berdagang gerabah di depan rumahnya, bisa menjual kendil ari ari sampai 2000 kendil, sementara tempayan tempat empal gentong terjual sampai 200 tempayan setiap bulan.

“Kalau pendaringan, kami bisa melepas 1000 tempayan setiap dua pekan. Dari tangan pengrajin, mereka bisa membuat 200 tempayan setiap dua pekan,” papar Nurwati.

Apa yang disampaikan keduanya mencerminkan, pasar gerabah di Sitiwinangun masih mengandalkan masyarakat tradisional.

“Pembeli produk produk ini bukan cuma berasal dari Cirebon, tetapi juga datang dari Tasikmalaya, Bandung, Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Beberapa sentra gerabah di Cirebon seperti sentra gerabah di Harjawinangun, Sindang Laut, Kedondong, dan Cebor bahkan sering nitip jual ke sini,” ungkap Nurwati.

Nurwati (38), salah seorang pedagang  gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat. Ia mengakui, produk gerabah di desanya lebih mengandalkan produk gerabah untuk kebutuhan sehari hari, ketimbang produk gerabah halus. Produk paling laku adalah kendil ari ari, gentong tempat empal gentong, pendaringan (gentong tempat beras), memolo (ornamen khas Cirebon yang dipasang di atas bangunan, tungku kecil untuk memasak kue serabi, dan koi (mangkok tempat peleburan emas).KOMPAS/WINDORO ADI Nurwati (38), salah seorang pedagang gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat. Ia mengakui, produk gerabah di desanya lebih mengandalkan produk gerabah untuk kebutuhan sehari hari, ketimbang produk gerabah halus. Produk paling laku adalah kendil ari ari, gentong tempat empal gentong, pendaringan (gentong tempat beras), memolo (ornamen khas Cirebon yang dipasang di atas bangunan, tungku kecil untuk memasak kue serabi, dan koi (mangkok tempat peleburan emas).

Untuk produk gerabah halusan, gerabah hiasan, pot pot besar, kursi dan meja taman, tambah Jayadi, ia membelinya dari Kasongan, Jogjakarta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.