Lima Kapal Pencuri Ikan Berbendera Vietnam Ditenggelamkan

Kompas.com - 21/11/2018, 10:47 WIB
Dari enam kapal tersebut, tiga kapal berbendera Malaysia, dua berbendera Vietnam dan satu kapal berbendera Thailand KOMPAS.COM/ HADI MAULANADari enam kapal tersebut, tiga kapal berbendera Malaysia, dua berbendera Vietnam dan satu kapal berbendera Thailand


BATAM, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) menenggelamkan 5 kapal pencuri ikan berbendera Vietnam di perairan Batam, Kepri, Rabu (21/11/2018).

Penenggelaman yang dilakukan Rabu siang di sekitar perairan Pulau Momoi kecil ini dilakukan karena sudah mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Kepala Kejari Batam Dedie Tri Hariyadi kepada Kompas.com mengatakan, kelima kapal yang ditenggelamkan ini diantaranya KM KNF 7445 dengan terpidana LY Truong Giang berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 2612K/Pid.Sus/2017, tanggal 14 Maret 2018.

Baca juga: Pengusaha Tagih Kebijakan Susi: Usai Penenggelaman Kapal, Lalu Apa?

Kemudian, KM BV 93115 TS dengan terpidana Nguyen Do Hoai Trung berdasarkan putusan pengadilan perikanan PN Tanjungpinang No.18/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 25 Oktober 2018.

KM BV 92896 TS dengan terpidana Nguyen Thanh berdasarkan putusan Pengadilan Perikanan PN Tanjungpinang No.16/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 25 Oktober 2018.

KM BV 92897 TS dengan terpidana Nguyen Hubg Vi berdasarkan putusan Pengadilan Perikanan PN Tanjungpinang No.15/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 1 November 2018.

"Dan terakhir KM BV 93114 TS dengan terpidana Nguyen Ngoc Tru berdasarkan putusan Pengadilan Perikanan PN Tanjungpinang No.20/Pid.Sus-PRK/2018/PN.Tpg tanggal 1 November 2018, yang amar putusannya menyatakan barang bukti kapal ikan asing ini dimusnahkan," kata Dedie Tri Hariyadi di Jembatan 6 Barelang, Batam.

Didie berharap, penenggelaman ini dapat memberikan efek jera kepada nelayan asing yang kerap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Didie menambahkan, dalam penenggelaman kali ini, tim kejaksaan tidak akan menggunakan bom.

Tim kejaksaan lebih ke upaya ramah lingkungan dalam upaya menjaga ekosistem biota laut, yakni dengan cara membocorkan lambung kapal sehingga kapal tersebut tenggelam dengan perlahan.

"Namun sebelum dibocorkan, terlebih dahulu lambung kapal tersebut sudah dicor dan diisi pasir agar proses tenggelamnya lebih cepat," jelasnya.

"Dan yang jelas kapal tersebut tidak merusak terumbu karang dan secara tidak langsung dapat dimanfaatkan ikan-ikan kecil sebagai rumah baru mereka," kata Didie menambahkan.

Kasi Pidum Kejari Batam Filpan mengatakan, dari kelima terpidana, empat masih menjalani hukuman dan satunya sudah dideportasi ke negara asalnya, yakni Vietnam.

"Empat terpidana masih menjalani hukuman di Rutan Batam dan satunya lagi sudah bebas dan langsung dipulangkan ke Vietnam," kata Filpan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X