Kebakaran Rumah di Surabaya, Seorang Kakek Tewas - Kompas.com

Kebakaran Rumah di Surabaya, Seorang Kakek Tewas

Kompas.com - 20/11/2018, 09:35 WIB
Jenazah korban kebakaran rumah di Surabaya, Johan Indrajaya, dievakuasi dari lokasi kebakaran, Selasa (20/11/2018)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Jenazah korban kebakaran rumah di Surabaya, Johan Indrajaya, dievakuasi dari lokasi kebakaran, Selasa (20/11/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Kutisari Selatan XV Surabaya, Selasa (20/11/2018).

Johan Indrajaya, seorang kakek berusia lebih dari 60 tahun tewas di dalam rumah karena tidak bisa keluar saat kebakaran terjadi.

Tetangga korban, Nyono Purdianto mengaku melihat api dari rumah yang berada tepat di belakang rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB.

Bersama warga sekitar, Nyobi memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Tidak ada warga yang berani masuk rumah, karena api sangat besar membakar ruang tamu dan kamar," kata dia.

Selama proses pemadaman api oleh warga, Nyono mendengar suara 2 kali ledakan dari dalam rumah.

"Dari dalam lokasi rumah yang terbakar juga terdengar 2 kali ledakan, sepertinya tabung elpiji," kata Nyono.

Sekitar pukul 04.30 WIB, beberapa unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Surabaya sampai di lokasi rumah yang terbakar dan langsung melakukan pemadaman.

"Ada 6 unit mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi," kata Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya, Irvan Widyanto.

Mobil pemadam sempat tidak bisa masuk ke dalam gang menuju lokasi kebakaran karena terhambat bangunan terop bekas acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar warga pada Senin malam.

Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dan melakukan pembasahan lokasi kebakaran, dan menbawa jenazah Johan Indrajaya ke kamar jenazah RSU dr Soetomo Surabaya.

Johan Indrajaya, korban kebakaran sekaligus pemilik rumah tersebut menurut keterangan para tetangga, beberapa waktu terakhir tinggal sendirian di rumah tersebut.

"Orangnya sudah usia lanjut, sering pikun. Empat anaknya tinggal bersama masing-masing keluarganya di luar kota Surabaya," kata Eko, tetangga korban. 


Terkini Lainnya


Close Ads X