Kompas.com - 19/11/2018, 22:15 WIB
Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Barelang mengamankan dua orang kurir narkoba jaringan Internasional di kawasan Kavling Pancur Kel. Duriangkang Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Senin (19/11/2018). KOMPAS.COM/ HADI MAULANAJajaran Sat Resnarkoba Polresta Barelang mengamankan dua orang kurir narkoba jaringan Internasional di kawasan Kavling Pancur Kel. Duriangkang Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Senin (19/11/2018).

BATAM, KOMPAS.com - Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Barelang mengamankan dua orang kurir narkoba jaringan internasional di kawasan Kavling Pancur Kel. Duriangkang Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (13/11/2018), sekitar pukul 23.00 WIB.

Dua tersangka tersebut yakni Budiono (34) dan Supriadi (44).

Kasat Resnarkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman kepada Kompas.com mengatakan, keduanya diamankan berkat informasi dari warga sekitar yang mulai risih dengan kelakuan mereka.

Setelah dikembangkan, keduanya mengaku telah masuk dalam jaringan internasional perdagangan gelap narkotika golongan I jenis sabu.

"Hasil pemeriksaan, keduanya mengaku bertugas sebagai penjemput narkotika tersebut di pinggir laut," kata Abdul Rahman, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Polisi Musnahkan Sabu dari Seorang Kurir

Usai mengambil sabu tersebut di pinggir laut Perairan Tanjung Piayu, selanjutnya sabu tersebut diserahkan ke AW, orang yang memesan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini kami masih mengembangkan keberadaan AW dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ungkapnya.

Untuk mengelabui petugas, Budiano dan Supriadi sempat tidak mengakui hal ini. Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara persuasif akhirnya keduanya mengakuinya.

"Sabu yang totalnya 1.140 gram atau 1,1 kilogram ini disembunyikan keduanya di salah satu rumah kosong tidak jauh dari kediamannya di kavling Mangsang, Sei Beduk, Batam," jelas Abdul Rahman.

Bahkan, agar tidak mudah diketahui, sabu 1,1 kilogram itu dikemas rapi di dalam koper yang bergembok dan disatukan dengan tumpukan material bangunan.

Keduanya juga mengaku sabu ini berasal dari Malaysia yang diserahkan di pinggir laut Tanjung Piayu.

"Namun keduanya tidak mengenal orang yang mengantarkan sabu ini. Keduanya hanya tahu AW, orang yang akan menghubungi keduanya setelah sabu itu berada di tangan mereka," terang Abdul Rahman.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 tentang Undang Undang Tindak Pidana Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Kompas TV Badan Narkotika Nasional kembali mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional di Daerah Langsa, Provinsi Aceh. Barang bukti yang diamankan, narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. BNN menangkap 4 tersangka, pengedaran narkoba. Dalam kasus ini, BNN menyita 2 karung berisi 38 kilogram sabu dan 30 ribu pil ekstasi, sebagai barang bukti. Selain itu, dalam penangkapan satu tersangka tewas tertembak karena mencoba melarikan diri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.