Satu Tungku Tiga Batu, Penguat Toleransi di Fakfak, Papua Barat

Kompas.com - 19/11/2018, 20:05 WIB
Fauzhya (berkacamata) sedang mengajar membaca di salah satu distrik di Fakfak, Papua Barat. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIFauzhya (berkacamata) sedang mengajar membaca di salah satu distrik di Fakfak, Papua Barat.

 

Selain itu, jika ada masalah atau konflik yang terjadi di masyarakat, maka akan diselesaikan secara adat.

“Kita berasal dari satu rahim mama, jangan sampai terpecah hanya kerena perbedaan. Kekerabatan harus dijaga karena kekerabatan usianya lebih tua dibandingkan agama yang kita kenal saat ini,” pungkasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X