Dorong Santri Jadi Wirausahawan, Kemenperin Berikan Mesin Pembuat Roti ke Pesantren

Kompas.com - 19/11/2018, 15:44 WIB
Sekretaris Dirjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto (kiri) saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pemangku Ponpes Mambaus Sholihin KH. Masbuhin Faqih. KOMPAS.com / HamzahSekretaris Dirjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto (kiri) saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pemangku Ponpes Mambaus Sholihin KH. Masbuhin Faqih.

GRESIK, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) memberikan bantuan mesin pembuat roti kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin yang berada di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, senilai Rp 300 juta, Senin (19/11/2018).

Bantuan tersebut berkaitan dengan program Kemenperin tentang pengembangan unit industri mencetak wirausahawan baru di lingkup ponpes, melalui program "santri berindustri".

"Karena ponpes ini kan background agamanya kuat. Dengan moral yang baik dan kemandirian juga bagus, Insya Allah keberhasilan menjadi pengusaha itu relatif besar," ujar Sekretaris Dirjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto, Senin (19/11/2018).

Dalam kerjasama yang dijalin, Kemenperin memberikan bantuan sebanyak 20 mesin pengolah makanan kepada Ponpes Mambaus Sholihin dengan nominal mencapai Rp 300 juta.

Mesin itu bakal digunakan oleh para santri dalam memproduksi usaha roti yang sudah dikembangkan.

Baca juga: Jaringan Kiai Santri Nasional Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kenapa makanan? Sebab industri makanan saat ini banyak yang membutuhkan dan relatif mudah. Untuk pasarnya sendiri kan sudah besar, dengan itu bisa langsung digunakan oleh santri untuk memenuhi saat ada acara di sini," jelasnya.

Hingga saat ini, terang Eddy, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sekitar 15 ponpes yang ada di seluruh Indonesia. Bantuan yang diberikan tidak sekedar dalam bentuk mesin pengolah makanan saja.

"Ada banyak ponpes, ada Sunan Drajat (Lamongan), Lirboyo (Kediri), dan beberapa lagi, dengan sampai saat ini ada sebanyak 15 Ponpes, termasuk Ponpes Mambaus Sholihin. Dengan bantuan menyesuaikan dengan kebutuhan, melihat kemampuan dan yang dibutuhkan oleh ponpes. Ada yang mesin jahit, karena mereka ingin usaha garmen," ucap Eddy.

Sementara Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibaningsih menambahkan, program "santri berindustri" yang digagas pihaknya merupakan kegiatan yang mengembangkan unit industri di ponpes, untuk mengembangkan kompetensi santri menjadi wirausahawan baru melalui serangkaian bimbingan teknis dan pendampingan.

"Berdasarkan data Global Enterpreneurship Index 2018, Indonesia berada di peringkat ke-94 dalam hal kewirausahaan dari 137 negara, atau di peringkat ke-21 di antara negara Asia-Pasifik," kata Gati.

Ponpes Mambaus Sholihin sendiri saat ini memiliki sebanyak 5.889 santri dan memiliki usaha kreatif berupa pabrik roti (MBS bakery), yang sudah dikembangkan oleh santri dan alumni sejak tahun 2017 lalu.

"Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa menunjang produksi kami untuk bisa lebih bersaing di pasaran," tutur Abdul Muksin, mewakili pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X