Segerombolan Gajah Liar Masuk ke Perkebunan Warga di Riau

Kompas.com - 19/11/2018, 13:47 WIB
Ilustrasi seekor gajah. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi seekor gajah.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Segerombolan gajah liar masuk ke perkebunan warga di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau saat ini sedang melakukan penanganan.

"Rombongan gajah ada sekitar 11 ekor yang masuk ke perkebunan warga dan sebagian memakan pokok sawit," kata Kepala Bidang Wilayah II Heru Sutmantoro saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/11/2018).

Dia mengatakan, "sekeluarga" gajah yang masuk ke perkebunan sawit berawal dari laporan warga, Minggu (18/11/2018). Laporan tersebut direspon cepat oleh petugas Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas di Kabupaten Siak, Riau.

"Saat ini kami sedang melakukan penanganan di lapangan dan berkomunikasi dengan para pemilik kebun. Tadi malam kami juga sudah ronda di lokasi kemunculan gajah," kata Heru.

Baca juga: Tidak Ditemukan Luka Tembak di Gajah yang Dibunuh di Aceh

Dikatakan dia, rombongan gajah ini rencananya akan digiring ke arah Minas atau ke Koto Garo, Kabupaten Kampar.

"Untuk langkah awal penggiringan menggunakan bunyi-bunyian seperti mercon dan meriam. Apabila cara ini tidak efektif, baru menurunkan gajah jinak," jelas Heru.

Selain di Tapung, Kampar, segerombolan gajah liar juga masuk ke perkebunan kelapa sawit di Sungai Mandau, Kabupaten Siak pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Namun, rombongan hewan bertubuh besar, itu sudah berhasil digiring ke "rumahnya".

"Di Sungai Mandau ada sekitar 20 ekor kawanan gajah liar. Sudah kami tangani dan digiring ke habitatnya," tutup Heru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X