Komentar Djarot soal Film "A Man Called Ahok"

Kompas.com - 19/11/2018, 06:00 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat peluncuran buku “Kebijakan Ahok” di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat peluncuran buku “Kebijakan Ahok” di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018).

LAMONGAN, KOMPAS.comDjarot Saiful Hidayat yang kini menjabat sebagai Ketua DPP PDI-P memberikan komentar singkat mengenai film berjudul A Man Called Ahok yang menceritakan tentang kisah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Djarot mengapresiasi film yang dibintangi Daniel Mananta tersebut karena memiliki muatan yang bagus dalam membingkai pemahaman akan perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan yang harus tetap dihormati dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini kan bentuk apresiasi masyarakat terkait karya seni, muatannya betul- betul industri kreatif. Tentu kami mengapresiasi jika juga disambut positif oleh masyarakat. Karya dalam film itu, saya berharap, dapat menginspirasi tentang pemahaman karakter bagaimana kita sebagai bangsa," kata Djarot selepas menghadiri peresmian kantor DPC PDI-P Lamongan, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018).

"Jangan membeda-bedakan suku dan agama, tetapi peduli kepada sesama. Bagaimana nilai-nilai kepedulian itu ditanamkan oleh orangtua untuk peduli membantu sesama tanpa membedakan satu dengan yang lain. Jadi nilai-nilai kepedulian ini dan optimisme membangun Indonesia mampu menginspirasi," lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Baca juga: Cerita Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tegur Kepala Dinas Saat Banjir di Dekat Kantor Gubernur

Daniel Mananta selaku aktor utama dalam film tersebut menyebutkan dalam akun Instagram pribadinya bahwa film tersebut telah ditonton sekitar 1 juta orang di seluruh Indonesia. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto pun mengapresiasinya.

"Antusiasmenya yang tinggi itu adalah budaya kita. Mereka juga ingin melihat lebih dalam soal film Ahok tersebut. Sebab, kita tahu ketika kekuasaan ditempatkan dengan upaya berbagai cara, hasilnya akan kurang baik," ujar Hasto.

"Kalau sebagai kebudayaan, tentu hal itu sangat positif. Artinya, apa yang ditampilkan sang sutradara itu diapresiasi oleh masyarakat," lanjutnya kemudian.

Selain meresmikan kantor baru, Hasto dan Djarot berkunjung ke Lamongan juga untuk bertemu dengan para kader PDI-P di Lamongan dan sekitarnya di gedung Korpri, Jalan Kusuma Bangsa, Lamongan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X