Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Kompas.com - 18/11/2018, 07:00 WIB
Kompas TV Kasus Baiq Nuril, mantan guru honorer yang jadi korban pelecehan dan diputus bersalah oleh Mahkamah Agung mengundang simpati banyak pihak.<br /> <br /> Sebagai korban, Nuril kini justru terancam pidana 6 bulan penjara dan denda 500 juta rupiah.<br /> <br /> Kasus Nuril pun membuat sejumlah organisasi yang tergabung dalam jaringan masyarakat sipil, menggelar pertemuan. Jaringan masyarakat sipil yang terdiri dari LBH Apik Jakarta, ICJR, LBH pers, komnas perempuan, dan paguyuban korban undang-undang ITE bertemu untuk memperjuangkan keadilan bagi Nuril. Sebelumnya, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dan memutuskan Baiq Nuril bersalah, karena melanggar undang-undang ITE dengan menyebarkan informasi berisi konten asusila.

Keluarga Nuril sempat meminta keringanan agar tidak diteruskan kasusnya ke atasannya, namun justru diperlakukan tidak sepatutnya, diminta membayar ganti rugi atas rasa malunya atas rekaman percakapannya tersebut.

Kasus itu terus bergulir hingga akhirnya Nuril dimasukkan dalam tahanan di Rutan Mataram. Secara tidak sengaja Joko Jumadi , kuasa Hukum Nuril yang juga adalah ketua Divisi Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menerima laporan ada tiga anak telantar di kediaman Nuril.

Setelah dicari tahu penyebabnya, ternyata ibu dari tiga anak tersebut tengah ditahan karena kasus UU ITE. Sejak itulah kasus Nuril mencuat dan muncul dukungan dari berbagai kalangan utnuk membantunya.

”Saya tidak akan lupakan itu semua, bagaimana semua pihak mendukung dan membantu hingga PN Mataram membebaskan saya dari segala tuduhan, bahkan Ketua Majelis Hakim meneteskan air mata saat memutuskan saya bebas. Saya tak bisa lupakan pak Hakim itu, dia baik sekali, dalam persidangan dia santun menanyakan apapun pada saya, saya ingin berterimakasih pada pak Hakim yang membebaskan saya," kata Nuril.

Majelis Hakim yang meneteskan air mata itu adalah mantan wakil PN Mataram, bernama Albertus Usada SH, dan saat ini bertugas di Pengadilan Negeri Klaten.

Surat panggilan itu memang diyakini Nuril pasti akan datang. Dia berusaha tetap tenang dan tabah menghadapi ketidakadilan yang dirasakannya.

Air mata Nuril sudah terlalu sering tumpah, kini dia akan menghadapi dan mengejar keadilan yang diimpikannya sebagai perempuan dan warga negara yang merdeka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suami Nuril Isnaini mengaku prihatin atas apa yang dihadapi istrinya. Dia tetap akan mendampingi Nuril mengejar keadilan. Baginya, apa yang dilakukan penegak hukum terhadap istrinya adalah tindakan yang jauh dari keadilan.

"Ini tidak adil bagi istri saya juga kami, saya berharap surat itu tak kan pernah sampai, tapi hari ini di Jumat siang ini, surat panggilan untuk istri saya sampai, kenapa ya dengan keadilan bagi rakyat kecil itu sulit," katanya.

Tak mungkin menunda eksekusi

Kepala Kejari Mataram tetap berpegang bahwa eksekusi tak bisa ditunda. Apalagi, saat ini tim kuasa hukum Nuril, menurutnya, belum melayangkan penundaan eksekusi. Namun, pihaknya menghormati upaya yang dilakukan tim kuasa hukum Nuril.

"Kami juga menghormati keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap dalam rangka menegakkan keadilan, menegakkan hukum. Mau tidak mau proses eksekusi harus kami lakukan, mengenai nanti ada penundaan atau tidak kami lihat dulu perkembangannya, permohonannya seperti apa, kepentingan hukumnya seperti apa," kata Sumadana.

Dikatakannya, dari pengalaman di lapangan selama ini, penundaan eksekusi tidak ada sama sekali, bahkan Peninjauan kembali (PK) tidak menghalangi upaya eksekusi.

"Tetapi, karena ini menjadi perhatian publik kami akan berkonsultasi ke pimpinan untuk dilakukan penundaan dalam batas waktu yang bisa ditoleransi secara hukum. Hari ini saya bersurat ke Kejaksaan Agung, baru saya habis tanda tangan dan sudah kami kirim," katanya.

Terkait pemanggilan, kuasa hukum Nuril Joko Jumadi mengatakan, pihaknya bersama Nuril akan memenuhi panggilan tetapi akan mengajukan keberatan jika dilaksanakan eksekusi.

"Karena sampai hari ini belum da salinan putusan MA, kami tetap berpegang tegung pada KUHAP, pasal 270 yang menyatakan bahwa pelaksanaan eksekusi itu dilaksanakan berdasarkan salinan putusan pengadilan bukan petikan putusan," kata Joko. (Bersambung)

Selanjutnya baca juga: Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (2), Kajati Mataram: Nuril Tidak Dilecehkan Fisik hanya Verbal


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.