Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Kompas.com - 18/11/2018, 07:00 WIB
Mataram, Kompas.Com Nuril masih memburu keadilan, dukungan dari berbagai kalangan cukup melegakannya Kompas.com/fitriMataram, Kompas.Com Nuril masih memburu keadilan, dukungan dari berbagai kalangan cukup melegakannya


Saat Nuril berharap tak ada panggilan ataupun eksekusi dan adanya keadilan untuk dirinya,  Jumat siang surat berwarna merah jambu itu benar benar datang, Suami Nuril, Lalu Muhammad Isnaini, membaca surat itu dan membesarkan hati istrinya.

Kompas.com yang tengah berada di rumah Nuril ketika surat itu datang turut merasakan mendung muncul kembali dalam kehidupan Nuril dan keluarganya.

"Ini betul betul tidak adil. Saya itu korban, korban bagaimana kepala sekolah itu berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada saya. Saya meladeni dan mendengarkan dia bicara ketika itu, saya tidak bisa berbuat apa apa, akhirnya saya merekam pembicaraan dalam telepon itu dan melaporkan pada suami saya. Karena memang semua orang mencurigai saya yang memiliki hubungan khusus dengan kepala sekolah itu," cerita Nuril mengenang awal musibah menerpanya.

Nuril menjelaskan, sang kepala sekolah seringkali meneleponnya sejak tahun 2012 silam. Ketika teleponnya cukup membuat jengah dan Nuril merasa dilecehkan, Nuril memberanikan diri merekamnya.

Ada dua alasan kuat, pertama agar rekan-rekannya di tempatnya bekerja tidak menilai dirinya memiliki hubungan spesial dengan sang kepala sekolah. Kedua, dia ingin membuktikan pada suaminya dan keluarganya jika selama ini dirinya diperlakukan tidak sewajarnya oleh sang kepala sekolah. 

Baca juga: Nuril Bersurat Ke Kejagung Tolak Eksekusi Putusan MA

Sang kepala sekolah menelepon dan menceritakan hal-hal yang bersifat perbuatan intim dengan seseorang yang merupakan rekan sekantor Nuril.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya hanya ingin selamat dari tuduhan negatif banyak orang, juga suami saya, hingga akhirnya rekaman itu didengar oleh rekan sekerja dan akan melaporkannya pada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. Itu lah awal mula kasus UU ITE menimpa saya. Saya sama sekali tidak merekam, apalagi menyebarkan rekaman itu, saya tidak melakukannya," kata Nuril mengenang kembali dan ingin apa yang dialaminya diketahui secara jelas dan terang oleh siapa pun.

Nuril mengatakan, sejak tahun 2016, atasannya marah lantaran diberhentikan menjadi kepala Sekolah SMA 7 Mataram. Sanksi itu membuatnya geram dan melaporkan Nuril.

Awalnya, laporannya pencemaran nama baik. Belakangan, di Polres Mataram, laporan itu dirahkan ke UU ITE.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.