8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Kompas.com - 17/11/2018, 15:55 WIB
Sebanyak 8 rumah warga di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tertimbun longsor. Puluhan KK yang kehilangan tempat tinggal kini terpaksa diungsikan ke rumah-rumah penduduk. KOMPAS.com/ JUNAEDISebanyak 8 rumah warga di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tertimbun longsor. Puluhan KK yang kehilangan tempat tinggal kini terpaksa diungsikan ke rumah-rumah penduduk.

MAMASA, KOMPAS.com – Delapan rumah warga di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, hancur tertimbun longsor ribuan kubik saat diguncang gempa 5,5, Kamis lalu (15/11/2018).

Puluhan kepala keluarga yang selamat dari bencana longsor kini diungsikan ke rumah-rumah penduduk yang aman.

Akes jalan dan sarana komunikasi yang tidak memadai membuat laporan bencana alam ini baru sampai ke kabuten beberapa hari kemudian.

Bencana longsor di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, ini terjadi sekitar pukul 2.30 Wita, beberapa saat setelah gempa guncang Mamasa.

Sebanyak 8 rumah warga hancur tertimbun longsor. Selain itu, dua rumah warga lainnya dan sebuah rumah ibadah juga mengalami rusak berat.

Material longsor yang terdiri dari bebatuan dan batang pohon besar menyulitkan proses evakuasi secara manual.

Baca juga: BPBD: Jabar Bagian Selatan dan Tengah Rawan Longsor, Utara Rawan Banjir

Hingga kini, belum ada alat berat yang dikerahkan pemerintah ke lokasi longsor karena medannya memang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan.

Jalur ini baru terbuka dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, setelah warga secara bergotong-royong membersihkan material longsor seperti kayu dan bebatuan yang bisa disingkirkan.

Kepala Desa Aralle Timur, Nirman Dolangi mengatakan, dusun Sareppe dan Lalangpeu dihuni 78 kepala keluarga. Sesaat sebelum longsor sebanyak tiga kali berturut-turut, sempat terdengar suara gemuruh dari atas tebing.

Beruntung saat kejadian, warga masih sempat berlarian keluar rumah ketika material longsor pertama mulai menghantam dinding dan atap rumah mereka hingga menimbulkan suara gemuruh.

Tokoh masyaraat setempat juga sempat mengimbau warga agar segera mengungsi keluar rumah. Baru sekitar 10 menit setelah pengumuman disampaikan melalui pengeras suara di masjid, longsor kembali terjadi dan menimbun delapan rumah warga.

“Sebelum longsor susulan yang lebih besar, warga sempat mengumumkan di masjid agar mengungsi ke luar rumah setelah longsor pertama sempat menghantam dinding dan atap rumah hingga menimbulkan suara gemrurh. Beruntung saat warga dan anak-anak mereka sudah di luar rumah, baru longsor susulan yang besar terjadi,” jelas Nirman.

Baca juga: 3 Warga Nagekeo di NTT Tertimbun Longsor, 1 Orang Dikabarkan Tewas

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Mamasa Pasamboan, Pangloli mengatakan, pihaknya telah meminta warga desa untuk mengungsi sementara ke tempat aman dari longsor susulan. Pihak pemerintah juga telah menyerahkan bantuan logistik berupa tenda, beras dan kebutuhan makanan lainnya untuk para korban.

“Pemerintah telah mengimbau warga agar mengungsi sementara dari rumahnya karena rawan longsor. BPBD juga telah menyalurkan bantuan makanan, termasuk tenda darurat meski imformasi bencana ini baru diterima beberapa hari kemudian karena soal akses jalan dan sarana komunikasi yang tidak memadai,” jelas Pasamboan, Sabtu (17/11/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X