MAMASA, KOMPAS.com – Delapan rumah warga di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, hancur tertimbun longsor ribuan kubik saat diguncang gempa 5,5, Kamis lalu (15/11/2018).
Puluhan kepala keluarga yang selamat dari bencana longsor kini diungsikan ke rumah-rumah penduduk yang aman.
Akes jalan dan sarana komunikasi yang tidak memadai membuat laporan bencana alam ini baru sampai ke kabuten beberapa hari kemudian.
Bencana longsor di Dusun Sareppe dan Lalangpeu, Desa Aralle Timur, ini terjadi sekitar pukul 2.30 Wita, beberapa saat setelah gempa guncang Mamasa.
Sebanyak 8 rumah warga hancur tertimbun longsor. Selain itu, dua rumah warga lainnya dan sebuah rumah ibadah juga mengalami rusak berat.
Material longsor yang terdiri dari bebatuan dan batang pohon besar menyulitkan proses evakuasi secara manual.
Baca juga: BPBD: Jabar Bagian Selatan dan Tengah Rawan Longsor, Utara Rawan Banjir
Hingga kini, belum ada alat berat yang dikerahkan pemerintah ke lokasi longsor karena medannya memang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan.
Jalur ini baru terbuka dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, setelah warga secara bergotong-royong membersihkan material longsor seperti kayu dan bebatuan yang bisa disingkirkan.
Kepala Desa Aralle Timur, Nirman Dolangi mengatakan, dusun Sareppe dan Lalangpeu dihuni 78 kepala keluarga. Sesaat sebelum longsor sebanyak tiga kali berturut-turut, sempat terdengar suara gemuruh dari atas tebing.
Beruntung saat kejadian, warga masih sempat berlarian keluar rumah ketika material longsor pertama mulai menghantam dinding dan atap rumah mereka hingga menimbulkan suara gemuruh.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.