Harimau Sumatera yang Diselamatkan dari Kolong Ruko Diberi Nama Atan Bintang

Kompas.com - 17/11/2018, 08:55 WIB
Harimau sumatera setelah berhasil dievakuasi tim BBKSDA Riau dan dimasukkan kedalam karangkeng untuk dibawa ke Dharmasraya, Sumatera Barat Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra IndrianiHarimau sumatera setelah berhasil dievakuasi tim BBKSDA Riau dan dimasukkan kedalam karangkeng untuk dibawa ke Dharmasraya, Sumatera Barat

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seekor harimau Sumatera yang terjebak di kolong ruko berhasil dievakuasi petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Sabtu (17/11/2018) sekitar pukul 01.48.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, harimau Sumatera berjenis kelamin jantan ini diberi nama Atan Bintang.

"Kami beri nama Atan Bintang. Atan artinya anak bujang (dalam) bahasa Melayu, kalau Bintang karena penyelamatan di tengah malam pas ada bintang. Jadilah kami buat nama Atan Bintang," kata Suharyono saat ditemui Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Harimau Sumatera yang Dievakuasi dari Kolong Ruko Dibawa ke Sumatera Barat

Ia menyampaikan, Atan Bintang berusia sekitar tiga tahun dengan bobot badan sekitar 80 kilogram.

"Kondisinya saat ini sehat dan agresif. Sorotan matanya tajam," ucap Suharyono.

Saat ini, Atan Bintang berada di dalam kandang untuk dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari di Sumatera Barat.

Baca juga: Harimau Sumatera yang Terjebak di Kolong Ruko Berhasil Dievakuasi

"Alhamdulilah, sudah berhasil kami evakuasi yang memakan waktu cukup lama. Ini berkat kerja tim dan bantuan aparat keamanan setempat," ujarnya. 

Sebelumnya, seekor harimau Sumatera terjebak di kolong ruko pasar di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Riau, Rabu (14/11/2018).

Harimau tersebut sempat main-main di sela ruko dan menjadi tontonan warga setempat.

Baca juga: Sulitnya Evakuasi Harimau Sumatera Terjebak di Kolong Ruko yang Sempit

Sehari setelah itu, harimau terjebak ke kolong dan tidak bisa keluar. Warga bersama kepolisian dan TNI memasang jaring di kolong tersebut.

Kemudian, petugas BBKSDA Riau melakukan pembiusan di lokasi.

Pada bius pertama, harimau pingsan. Namun, tidak bisa dievakuasi karena petugas sulit masuk kolong ruko.

Baca juga: Hingga Jumat, Penyelamatan Harimau Sumatera yang Terjebak di Kolong Ruko Masih Berlanjut

Harimau baru bisa dievakuasi pada hari keempat. Petugas terpaksa menjebol dinding dan lantai ruko untuk membawa harimau keluar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X