6 Fakta Harimau Sumatera di Pasar di Riau, Makan Ternak hingga Alasan Kendala Evakuasi

Kompas.com - 16/11/2018, 09:07 WIB
Petugas gabungan BBKSDA Riau saat melakukan upaya tembakan bius terhadap harimau sumatera di sebuah lorong di sekitar kawasan pasar di desa pulau burung, Kamis (15/11/2018). KOMPAS.com/ CITRA INDRIANIPetugas gabungan BBKSDA Riau saat melakukan upaya tembakan bius terhadap harimau sumatera di sebuah lorong di sekitar kawasan pasar di desa pulau burung, Kamis (15/11/2018).

KOMPAS.com - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) turun gunung hingga ke sebuah pasar tradisional di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil), pada hari Rabu (14/11/2018).

Pedagang dan warga pun heboh. Auman "si belang" sempat menggetarkan seisi pasar pasar. Harimau juga terlihat sempat berkeliaran di lorong pasar.

Saat ini, petugas masih berupaya mengevakuasi harimau yang masih terjebak di lorong sempit di kompleks pasar. 

Inilah fakta lengkap dari peristiwa menghebohkan warga Pulau Burung.

1. Harimau tiba-tiba muncul di tengah pasar

Harimau sumatera masih berada di dalam lorong saat dilakukan upaya pembiusan oleh tim BBKSDA RiauKOMPAS.com/ CITRA INDRIANI Harimau sumatera masih berada di dalam lorong saat dilakukan upaya pembiusan oleh tim BBKSDA Riau

Harimau liar tersebut tiba-tiba datang ke lokasi pasar, yang membuat warga terkejut.

Menurut sejumlah warga, harimau tersebut berkeliaran di sela-sela kios pedagang di dalam pasar.

"Sebagian warga melihat harimau dari dekat. Sehingga kita minta bantuan kepada pihak kepolisian dan TNI untuk menjauhkan warga dari keberadaan harimau tersebut," kata Suharyono, Kepala BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Riau, Rabu (14/11/2018). 

Baca Juga: Harimau Sumatera Masuk Pasar, Bermain di Sela Ruko hingga Bikin Warga Terkejut

2. BBKSDA segera kirim tim untuk selamatkan harimau

Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita tertangkap dalam kamera yang dipasang petugas BBKSDA Riau. Sudah 3 bulan berselang sejak menewaskan seorang warga, harimau ini belum juga tertangkap.handout Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita tertangkap dalam kamera yang dipasang petugas BBKSDA Riau. Sudah 3 bulan berselang sejak menewaskan seorang warga, harimau ini belum juga tertangkap.

Untuk antisipasi terjadi konflik, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menurunkan tim untuk pengamanan.

"Tim kita yang ada di Indragiri Hilir sedang menuju lokasi dan berkoordinasi dengan aparat setempat melakukan pengamanan," kata Suharyono, Rabu (14/11/2018).

Menurut Suharyono, kemunculan harimau di kawasan pasar dan padat penduduk ini, sangat jarang terjadi. Hal ini membuat warga terpancing ingin melihat lebih dekat.

"Kalau warga terlalu ramai berada di sekitar harimau, itu bisa bikin harimau stres. Jadi, kita harap warga agar bisa menjauh," ucap Suharyono.

Baca Juga: Cerita Harimau Sumatera yang Sering Datang Cari Ternak ke Kawasan Pasar di Riau

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X