Perjalanan Kasus Perampokan Taksi "Online", Rekam Medis Gigi hingga Pelaku Takut Ditembak Polisi

Kompas.com - 16/11/2018, 07:41 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018). KOMPAS.com / Aji YK Putra Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).

“Rahang sebelah kiri ada yang patah, diduga ada benturan benda keras yang menyebabkan korban tewas. Tentu sangat berbeda dengan keterangan pelaku sebelumnya mengaku korban dijerat. Sekarang tersangka yang sudah ditangkap atas nama Ridwan masih terus diperiksa,"" kata Zulkarnain.

Hasil Otopsi, Sopir Taksi Online Sofyan Tewas Dihantam Benda Tumpul

Tiga pelaku yang kini menjadi buronan polisi diimbau jenderal bintang dua ini untuk menyerahkan diri kepada polisi sebelum tindakan tegas diberikan kepada mereka. 

Pihak keluarga tersangka juga diminta untuk mendukung polisi dengan tidak melindungi tersangka. 

"Ini bukan basa-basi, saya pastikan sampai liang kubur akan tetap kami kejar. Lebih baik menyerahkan diri saja," tegas Kapolda Sumsel. 

Ultimatum Kapolda Buat Tersangka Keder

Ancaman keras yang terus dilontarkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membuat FR (16) salah satu pelaku ketakutan.

Sebab, polisi memastikan akan memberi tindakan tegas kepada para pelaku jika tak menyerahkan diri secara baik-baik.

Bahkan, liang kubur menanti mereka bila tertangkap secara langsung oleh polisi. Beberapa contoh dua kasus perampokan taksi online sebelumnya menjadi bukti. Dimana tiga pelaku ditembak mati oleh polisi saat menangkapan berlangsung.

Dari Gigi, Polisi Pastikan Tulang Manusia yang Ditemukan adalah Sofyan

Kabar ultimatum jenderal bintang dua itu akhirnya sampai ke telinga keluarga FR. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengantarkan pria muda yang sudah berumah tangga itu ke kantor polisi agar FR tetap selamat dari ancaman polisi.

FR diserahkan sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dibawa petugas Subdit III Jatanras Polda Sumsel untuk dilakukan pengembangan mencari tersangka lain.

“Sekarang masih diperiksa untuk dikembangkan mencari dua pelaku lagi,” kata Yoga.

Dengan ini, polisi pun telah mengamankan dua pelaku yakni FR dan Ridwan. Sementara dua pelaku lagi masih terus dalam pengejaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X