5 Berita Populer: Pulang dari Bromo Turis Rusia Tidur di Kuburan hingga Matahari Buatan China

Kompas.com - 16/11/2018, 06:45 WIB
Boris, seorang turis asal Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit.KOMPAS.com/A. Faisol Boris, seorang turis asal Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit.

1. Turis Rusia Tidur di Kuburan, Kehabisan Duit Habis Pelesiran ke Bromo

Seorang turis asal Rusia bernama Boris Osmanov (45) ditemukan tertidur di sebuah tenda di kompleks pemakaman umum di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Boris yang diketahui menderita sakit diare itu mendirikan tenda di kuburan setelah pulang berlibur dari Gunung Bromo dan kehabisan bekal.

Dia lalu dibawa ke RSUD dr Mohammad Saleh untuk menjalani perawatan, Rabu (14/11/2018) malam.

Baca selengkapnya di siniBaca juga: Pengakuan Turis Rusia yang Tidur di Kuburan, Kehabisan Uang karena Pelesiran

 

2. Masyarakat Diimbau Hindari Tol Jakarta-Cikampek Pukul 22.00-05.00 WIB

Pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).Kementerian PUPR Pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek kian parah akibat pembangunan proyek strategis nasional seperti pembangunan tol layang (elevated), Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengimbau warga untuk menghindari Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 22.00-05.00 WIB.

Pada jam-jam tersebut Tol Jakarta-Cikampek mengalami kemacetan signifikan karena adanya peningkatan aktivitas pembangunan.

Baca selengkapnya di sini

 

3. China Bikin "Matahari Buatan", Suhunya 6 Kali Sang Surya

Reaktor fusi nuklir buatan China yag disebut Matahari Buatan Reaktor fusi nuklir buatan China yag disebut Matahari Buatan

China kini diketahui sedang mengembangkan sebuah matahari buatan.

Pernyataan mengejutkan ini seperti rentetan rencana China untuk meluncurkan bulan buatan sebagai pengganti cahaya lampu.

Matahari buatan tersebut bisa dianggap sebagai titik penting usaha global untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir. Proses tersebut biasanya hanya terjadi dari Matahari.

Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini bahwa plasma yang disebut "matahari buatan" itu telah mencapai suhu 100 juta derajat Celcius. Sebagai perbandingan, suhu di sekitar Matahari sekitar 15 juta derajat Celcius.

Baca selengkapnya di siniBaca juga: Empat Tahun Lagi, Bulan Bikinan China Bakal Mengorbit di Angkasa

 

4. Bandara Soekarno-Hatta Masuk Daftar Megahub Terbaik di Dunia

Suasana salah satu sudut Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sebagai destinasi digital airport baru, Jumat (26/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana salah satu sudut Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sebagai destinasi digital airport baru, Jumat (26/10/2018).

Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di peringkat 10 dari 50 bandara megahub internasional dalam daftar Megahubs Internasional Index 2018. Penilaian ini didasarkan pada koneksi internasional terjadwal yang dilayani oleh bandara tersebut.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperoleh indeks konektivitas sebesar 249 poin dengan dominasi oleh Garuda Indonesia dengan jumlah 28 persen konektivitas internasional.

Indonesia bisa mengalahkan bandar udara milik tetangga, Malaysia, yakni Kuala Lumpur International Airport yang mesti puas ada diposisi ke-12 dan bahkan mengalahkan Incheon International Airport, Korea Selatan, yang menempati posisi ke-15 dalam daftar tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

 

5. Operasional Diambil Alih Citilink, Berapa Utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group?

Sriwijaya Air.Wikipedia Sriwijaya Air.

Garuda Indonesia melalui anak usahanya, Citilink, mengambil alih operasional Sriwijaya Air melalui kerja sama operasi (KSO).

Keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk keuangannya akan berada di bawah pengelolaan KSO tersebut.

Kerja sama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian.

KSO ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuanganya. Sriwijaya Air Group memiliki utang yang harus dilunasi ke Garuda Indonesia Group?

Berapa besar utangnya? Baca selengkapnya di sini.


Terkini Lainnya


Close Ads X