Kapolda Jateng Minta Kader PDI-P Tak Emosi soal Poster Raja Jokowi

Kompas.com - 15/11/2018, 17:23 WIB
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat ‎meresmikan gedung Satuan Penyelenggaraan Adminitrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas) Prototipe dan Masjid Al Quds di Mapolres Kudus, Kamis (15/11/2018).‎ KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOKapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat ‎meresmikan gedung Satuan Penyelenggaraan Adminitrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas) Prototipe dan Masjid Al Quds di Mapolres Kudus, Kamis (15/11/2018).‎

KUDUS, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta agar internal partai politik yang logonya dicantumkan pada atribut kampanye bergambarkan Jokowi berkostum raja Jawa agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

Alat peraga kampanye (APK) yang dinilai ilegal oleh PDI-P itu bermunculan di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Jateng.

"Partai politik yang logonya dicantumkan di poster-poster itu diharapkan menyikapi dengan kepala dingin. Tidak boleh emosional, tetap tenang," kata Condro seusai meresmikan Satpas Polres Kudus dan Masjid Al Quds di Mapolres Kudus yang baru, Kamis (15/11/2018).

Dari kasus yang tengah mencuat baru-baru ini, jelas Condro, sejauh ini belum ada aduan ke pihak kepolisian, baik dari PDI-P maupun Bawaslu.

"Pastinya kasus ini masih di ranah internal Bawaslu. Bawaslu akan bertindak jika ada pelanggaran. Kami minta Bawaslu bisa bekerja proaktif menindak setiap pelanggaran yang ada agar situasi tetap kondusif," katanya.

Baca juga: 5 Fakta di Balik Poster Raja Jokowi, Dugaan Kampanye Hitam hingga Tanggapan Bawaslu

Ratusan poster

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI-P Kudus Achmad Yusuf Roni mengatakan, poster Jokowi bermahkota raja juga banyak ditemui di Kudus. Pihaknya juga sudah menurunkan poster tersebut yang jumlahnya mencapai ratusan.

"Kami sudah turunkan ratusan poster bergambar Pak Jokowi mengenakan mahkota. Yang jelas, kami tidak pernah mencetak dan memasangnya. Kami tidak tahu siapa yang pasang," kata Yusuf.

Baca juga: Poster Raja Jokowi Dinilai untuk Melemahkan PDI-P di Kandang Banteng

Pencopotan poster tersebut merupakan arahan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Tengah. Sementara untuk melacak siapa pembuat poster adalah ranah DPD PDI-P Jawa Tengah.

"Tugas kami mencopot saja," ujarnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X