Kasus Sofyan di Palembang: "Itu Ikat Pinggang Papa" hingga Keluarga Tuntut Hukuman Setimpal

Kompas.com - 15/11/2018, 16:50 WIB
Fitriani (43) istri dari Sofyan yang merupakan sopir taksi online korban perampokan serta pembunuhan ketika berada di ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018). KOMPAS.com/ Aji YK PutraFitriani (43) istri dari Sofyan yang merupakan sopir taksi online korban perampokan serta pembunuhan ketika berada di ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).

KOMPAS.com - Fitriani hanya kelu dan menahan tangis saat melihat kemeja yang sering dikenakan suaminya, Sofyan, ditemukan bersama tulang belulang yang ditemukan polisi. 

Fitriani dan keluarganya harus menjalani pemeriksaan tes DNA untuk memastikan identitas jasad tersebut. Apakah memang benar Sofyan, suaminya, atau orang lain. 

Seperti diketahui, Sofyan, pengemudi taksi online di Palembang, hilang sejak sebulan lalu. Awal pekan, polisi menemukan jasad yang tinggal tulang belulang di semak-semak di pinggir jalan.

Sejumlah fakta terungkap dari kasus dugaan pembunuhan dan perampokan terhadap Sofyan, warga Kota Palembang. 

Berikut fakta baru usai ditemukannya jenazah Sofyan.

1. Keluarga harap pelaku dihukum setimpal

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).KOMPAS.com / Aji YK Putra Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui keluarga Sofyan (43) sopir taksi online yang tewas dibunuh perampok ketika berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11/2018).

Suasana duka masih terlihat didepan ruang kamar jenazah rumah sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan setelah keluarga dari Sofyan (43) berkumpul untuk menunggu pengambilan sempel DNA, Rabu (14/11/2018).

Kgs Roni (70), ayah dari Sofyan, terlihat tegar dengan membawa Norma (65) istrinya untuk diambil sampel DNA bersama cucunya Rafli (15).

Roni mengaku pasrah apabila hasil tes DNA menyatakan kerangka tersebut adalah Sofyan.

“Kami pasrah ini merupakan ujian keluarga kami sejauh mana menghadapi cobaan dari Allah,” kata Roni.

Keluarga Sofyan berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X