Beras Bencana Diduga Diselewengkan, Kantor Bulog di Karawang Digeledah

Kompas.com - 15/11/2018, 15:11 WIB
Penyidik Kejari Karawang menggeledah Kantor Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi terkait kasus penyelewengan cadangan beras pemerintah tahun 2016-2017 untuk bencana Kota Bekasi, Kamis (15/11/2018).



KOMPAS.com/ FARIDA FARHANPenyidik Kejari Karawang menggeledah Kantor Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi terkait kasus penyelewengan cadangan beras pemerintah tahun 2016-2017 untuk bencana Kota Bekasi, Kamis (15/11/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com- Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Bekasi menggeledah Kantor Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi terkait dugaan penyelewengan penyaluran cadangan beras pemerintah tahun 2016-2017 untuk bencana alam Kota Bekasi, Kamis (15/11/2018).

"Untuk 2016 100 ton 2017 100 ton, jadi total 200 ton," kata Kasi Pidsus Kejari Kota Bekasi Siju, di sela penggeledahan Kantor Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi, Jalan Cakradireja, Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Baca juga: Kejati Jabar Geledah Kantor PUPR Tasikmalaya Terkait Korupsi Proyek Jalan


Beras cadangan pemerintah untuk bencana tersebut, kata dia, diduga diselewengkan. "Total kerugian Rp 1,8 miliar," ungkap dia.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Kasus ini memasuki tahap penyidikan dan menetapkan beberapa tersangka.

"Tiga tersangka, satu (berinisial), HI, PA, AD. Dua orang (di antaranya) PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan satu THL (tenaga harian lepas)," ujar dia.

Baca juga: Kasus Bupati Cirebon, KPK Telah Geledah 15 Lokasi

Hanya saja, Siju mengaku, belum bisa mengungkapkan dokumen apa saja yang diamankan.

"(Penggeledahan) masih berjalan, kita belum bisa (mengungkapkan). Dokumen terkait penyaluran," sebut dia.

Kompas TV KPK pun menyita sejumlah dokumen dari ruangan BPKAD.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Pemkab Karawang Mengalokasikan hingga 20 Persen Beasiswa untuk Santri

Regional
Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Regional
Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Regional
Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X