Baru 5 Bulan Dibangun, Tanggul Tebing Longsor Akibat Hujan Deras, 3 Rumah Rusak Berat

Kompas.com - 15/11/2018, 11:51 WIB
Longsor yang terjadi di Dusun Tato Timur, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat  menyebabkan 3 rumah rusak, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. KOMPAS.com/FITRILongsor yang terjadi di Dusun Tato Timur, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat menyebabkan 3 rumah rusak, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Hujan deras dalam dua pekan terakhir ini menyebabkan longsor di Dusun Tato Timur, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, pada Selasa (13/11/2018) petang waktu setempat.

Tercatat tiga rumah warga hancur diterjang longsoran tanah yang telah ditanggul sebelumnya. Hingga Rabu malam (14/11/2018) warga masih trauma akibat bencana tersebut, sementara tiga kepala keluarga yang kehilangan rumah menempati tenda darurat.

Rumah kami hancur lantaran diterjang bebatuan tanggul yang longsor karena kondisi tanah yang labil. Hujan lebat sekali sampai malam. Ini saja hujannya tidak berhenti, pagi sampai siang memang tak hujan, begitu sore hingga tengah malam hujan deras terjadi. Untung saja tak ada korban jiwa karena longsor,” kata Saknah, salah satu korban longsor, Rabu (14/11/2018).  

Baca juga: Korban Keempat Longsor Nias Selatan Ditemukan, Tewas Tertimbun Sedalam 2 Meter

Longsor menyisakan trauma pada puluhan kepala keluarga yang tinggal di bawah tebing di Dusun Tato Timur. Sebagian warga masih bertahan di sekitar puing-puing rumah mereka yang hancur diterjang bebatuan tanggul yang rapuh.

Warga mengaku tak menyangka longsor tiba-tiba terjadi, karena awalnya mereka yakin tanggul yang dibangun lima bulan lalu akan melindungi lokasi pemukiman mereka.

"Batu-batu tanggul itu jatuh ke rumah kami, untung kami sedang tidak ada di dalam rumah,” kata Saknah.

Nukman yang juga kehilangan rumah karena longsor mengaku kaget karena dia tengah menyiapkan ember-ember menadah air hujan untuk kebutuhan mandi, mengingat air untuk mandi sulit sampai ke dusun mereka.

Baca juga: Longsor Terjang SMKN 2 Bawang Saat Kegiatan Belajar Mengajar

"Saya itu kaget tanggulnya roboh dari atas, langsung menimpa rumah saya, hancur rumah saya. Saya juga heran kenapa tanggul yang dibangun baru 5 bulan kok sudah hancur,“ kata Nukman.

Hujan

PLH Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Sri Ernawati mengatakan bahwa longsor yang terjadi di Dusun Tato Timur, karena intensitas hujan yang tinggi serta kondisi tanah warga yang labil. 

Dusun Tato sendiri merupakan satu dari lima lokasi rawan longsor di Kabupaten Lombok Barat seperti Kecamatan Gunung Sari, Lembar, Sekotong, Narmada dan Lingsar.

Sejauh ini BPBD Lombok Barat telah memberikan bantuan kebutuhan sembako, pakaian, selimut dan terpal untuk membangun tenda sementara. 

Baca juga: Di Jawa Barat, 83 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi Selama November

Warga juga diharapkan tetap waspada di musim penghujan ini karena ancaman longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kuta, sudah memasang alat pendeteksi longsor, begitu ada gerakan tanah yang berbeda dari biasanya maka alatnya akan mendeteksi dan sirene akan berbunyi, masyarakat bisa lebih cepat bergerak untuk melakukan penyelamatan,” pungkas Erna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Sumbar Sambut 150 Turis China | Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo

Regional
Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Khofifah Buka Opsi Pulangkan Mahasiswa Unesa dari Wuhan

Regional
Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Khofifah: 12 Mahasiswa Unesa di Wuhan Kondisinya Sehat

Regional
Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X