Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Kompas.com - 14/11/2018, 13:23 WIB
Barang bukti lem yang diamankan Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALBarang bukti lem yang diamankan Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi Surabaya menggerebek 10 anak yang sedang pesta mabuk lem di sebuah lapangan di Jalan Kutisari Selatan Surabaya, Minggu malam lalu.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Totok Sumaryanto menjelaskan, penggerebekan itu berdasarkan laporan warga sekitar.

"Malam itu juga tim patroli langsung meluncur dan mengamankan anak-anak tersebut," katanya, Rabu (14/11/2018).

Selain mengamankan 10 anak tersebut, polisi juga menyita belasan bungkus lem merek Castol.

"Dari 10 anak itu, 2 di antaranya perempuan dan ada 1 anak yang masih di bawah umur," jelasnya.

Anak-anak tersebut, kata Totok, tidak ditahan, namun langsung dipulangkan setelah diberi bimbingan dan pengertian.

Baca juga: Pemerkosa Anak Pengungsi Sulteng di Makassar Pecandu Isap Lem

Selasa (13/11/2018) lalu, Polsek Tenggilis Mejoyo menggelar pertemuan dengan para orangtua dari 10 anak tersebut, bersama tokoh masyarakat sekitar. Pertemuan itu untuk menjelaskan bahaya bahan lem yang saat ini kerap digunakan anak-anak untuk mabuk.

"Dalam pertemuan tersebut kami minta kepada orangtua dan tokoh masyarakat agar ikut mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungannya," terang Totok.

Baca juga: Ironi Pembalut Wanita di Kudus, Direbus untuk Mabuk hingga Pelaku Masih Remaja

Dalam forum tersebut juga dihadirkan beberapa anak untuk dimintai pengakuan dan mempraktikkan cara menghirup lem sampai menimbulkan efek mabuk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X