Kompas.com - 14/11/2018, 11:22 WIB
Pengunjung menikmati wisata sungai ikan di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMPengunjung menikmati wisata sungai ikan di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, KOMPAS.com- Sungai yang mengalir di Dusun Kedungcangkring, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang awalnya kotor dan berfungsi sebagai jamban kini berubah total.

Bahkan, menjadi tempat wisata sungai unggulan.

Bagaimana tidak, sungai itu kini airnya mengalir jernih. Tidak ada lagi sampah yang menyumbat.

Sungai itu menjadi habitat dari ribuan ikan dari berbagai jenis semisal komet, tombro, hingga koi ukuran besar.

Beragam jenis ikan yang sengaja ditebar di sungai itu nampak berenang bebas pada area khusus, yakni area sepanjang 100 meter pada sungai yang mempunyai lebar sekitar 2 meter itu.

Baca juga: Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Masyarakat di Hilir Sungai Diminta Waspada
Area itu memang sengaja dibentuk dengan membuat pagar-pagar ikan. Itu untuk menjaga ikan agar tidak terhanyut arus dari pecahan sungai yang berhulu di Gunung Kelud itu.

Suasana perdesaan sangat kentara karena lokasinya berada di tengah perkampungan warga. Sehingga, suasananya juga terasa cukup dekat dengan keseharian warga bahkan nampak pula kandang sapi milik warga.

Bagi anak-anak, kondisi dan situasi itu tentu akan sangat menyenangkan. Apalagi, mereka juga bisa memberi makan ikan-ikan itu secara langsung.

"Ikannya besar-besar dan nampak jinak," seloroh Adam, salah seorang pengunjung anak, Selasa (13/11/2018).

Seraya menikmati sungai, tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkannya untuk berswafoto untuk mengabadikan momentumnya.

"Tempatnya rindang dan banyak ikannya. Rugi kalau tidak diabadikan," ujar Maesaroh, pengunjung lainnya.


Awal Mula

Pada awal penyadaran masyarakat, tentu tidak serta merta berjalan mulus. Kondisi sumber daya manusia warga yang rata-rata berpendidikan menengah ke bawah menjadi tantangan tersendiri. Untuk bisa diajak mewujudkan mimpi besar, membutuhkan waktu.

Kepala Desa Jambu Agus Joko Susilo menggugah warganya dengan terus menerus melakukan sosialisasi pada tiap kali tatap muka dengan warga desa.

"Terutama saat musyawarah Dusun," ujar Kades Agus.

Dia menggugah masyarakat dengan keluh kesahnya perihal sungai kotor dan penuh jamban.

Situasi itu, saat itu, tentu bertolak belakang dengan kondisi kampung yang kerap mendapat tamu wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Sebab, di kampung itu kebetulan juga sedang berkembang beberapa destinasi wisata lainnya. Mulai dari wisata pertanian hingga pendidikan.

Atas dasar itulah warga kemudian menyadari dan berkenan berubah. Mereka kemudian bergotong-royong membersihkan sungai selama kurang lebih 15 hari.

Pembersihan itu meliputi pembersihan sampah, pengerukan, hingga penebaran bibit ikan.

Penyadaran juga dilakukan pada bidang keramahan, yang menjadi salah satu modal utama bagi usaha jasa.

"Diajari juga beramah tamah menyambut tamu," imbuh Agus.

Baca juga: Menteri Yohana Kukuhkan 1.500 Srikandi Penjaga Sungai Indonesia

Agus menambahkan, dari kemauan masyarakatnya untuk berubah dan juga turut berpartisipasi dalam perubahan itu sendirilah yang mendorong capaian itu.

Sebab, kata dia, seluruh pengelolaan tempat yang kini disebut dengan Wisata Sungai Sejuta Ikan itu semuanya benar-benar diawali dari masyarakat dan kini juga dikelola sendiri secara swadaya oleh masyarakat sekitarnya.

"Kesadaran kolektif yang menggerakkannya," ujar Kades Agus.

Meski tidak ada pungutan biaya alias gratis untuk bisa menjangkau lokasi wisata itu, menurut Kades, warga sudah cukup banyak diuntungkan secara finansial.

Pemasukan masyarakat dihasilkan dari uang parkir yang hanya Rp 2.000 dan juga dari sentra kuliner yang setiap harganya dibanderol dengan harga merakyat.

Perputaran uang yang ada itu menurutnya mampu menumbuhkan dan mengangkat perekonomian warga sekitar.

Hal yang tidak kalah pentingnya, lanjut kades yang sudah menjabat sejak tahun 2014 ini, adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan, kesehatan, hingga menjaga ekologi.

"Dulu sungai ini jamban, sekarang sudah tidak ada lagi jamban," kata Kades.

Atas berbagai upaya itu, Desa Jambu telah berhasil menyabet prestasi berupa penganugerahan Anugerah Desa 2018 dari pemerintah setempat. 



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.