“Ibu Tak Tahu Rachel di Mana, Selamat Ulang Tahun, Nak..." (2)

Kompas.com - 14/11/2018, 09:34 WIB
Rachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018. handoutRachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018.

Henita galau dan coba menghubungi rekan-rekannya di Palu. Sekitar pukul 23.00 Wita, ada temannya yang menginformasikan bahwa Petobo tidak bisa dimasuki karena terjadi longsor.

Pikiran buruk berkecamuk.

Dia masih tak yakin bahwa longsor bisa terjadi di Petobo karena lokasinya jauh dari pegunungan. Dia belum percaya.

Baca juga: Di Depan Sandiaga, Gubernur Longki Mengaku Tak Berada di Palu Saat Gempa dan Tsunami

Malam itu juga, dia langsung menghubungi Julian yang merupakan pacar Rachel, putri sulungnya. Julian diminta untuk mengecek kondisi Petobo.

Sekitar pukul 14.00 Wita, Julian pergi ke Petobo. Henita kaget dan tidak percaya melihat kondisi Petobo dini hari itu melalui pesan yang disampaikan Julian. Dia langsung lemas dan memutuskan membatalkan kegiatannya di Batam untuk secepatnya kembali ke Palu.

Akhirnya, dengan pikiran tak menentu, Henita kembali membeli tiket Batam-Jakarta, Sabtu (29/9/2018) pagi.

“Sampai di Jakarta, saya berpikir bagaimana cara bisa sampai ke Palu dengan segera. Saya buka informasi soal info Palu dan saya dapat soal penerbangan menggunakan pesawat Hercules dan akhirnya saya ke Halim,” ujarnya.

Menurut dia, belum ada penerbangan komersial yang dibuka untuk ke Palu pascagempa. Saat di Halim, dia pun akhirnya mendapat tumpangan karena kebetulan ada pesawat Hercules yang akan terbang ke Palu.

Saat menunggu penerbangan ke Palu, sekitar Minggu (30/9/2018) pukul 03.00 WIB, Henita akhirnya bisa melakukan panggilan video call dengan suaminya lewat ponsel temannya.

Akbar, lanjut dia, mengabarkan bahwa hanya dirinya dan anak bungsunya Gibril (9) yang selamat. Bunga juga selamat, tetapi Rachel dan Aldo belum diketahui kabarnya.

“Saat kejadian, suami saya sedang jemput Gibril di Masjid, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah kami. dia mengira kalau ini kiamat. Karena rumah dua tingkat itu dia lihat terangkat. Suamiku sempat lihat gundukan tanah bergerak dan meluncur ke bawah. Suami saya langsung balik arah, karena tidak mungkin kembali ke rumah lagi,” tuturnya. 


BERSAMBUNG: Baca juga: Aku Tak Tahu Rencana Allah, Hanya Berdoa agar Tahu di Mana Anak-anak Sekarang... (3)

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Regional
Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

Regional
Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X