Kompas.com - 13/11/2018, 15:22 WIB
Lima pengungsi di Mamasa, Sulawesi Barat, tewas setelah truk yang membawa mereka masuk jurang. KOMPAS.com/ JUNAEDILima pengungsi di Mamasa, Sulawesi Barat, tewas setelah truk yang membawa mereka masuk jurang.

MAMASA, KOMPAS.com – Sebuah truk yang mengangkut puluhan pengungsi gempa Mamasa terjungkal ke dalam jurang sedalam 10 meter lebih, Selasa (13/11/2018).

Kecelakaan tunggal di Dusun Bussu, Desa Mesakada, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, ini menyebabkan 5 warga tewas, dan sejumlah lansia dan anak-anak kritis karena mengalami luka-luka akibat benturan keras.

Kecelakaan yang menimpa keluarga pengungsi ini bermula ketika para korban yang sudah lebih dari sepekan di posko pengungsian di Kecamatan Sumarorong, Mamasa, ini hendak pulang menumpangi truk. Mereka sebelumnya mengungsi karena rumah terendam banjir.

Namun saat melintas di Dusun Bussu, tiba-tiba truk yang membawa mereka oleng hingga terguling dan masuk jurang sedalam 10 meter. Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia.

Kepala Puskesmas Sumarorong, Yustina Lolo mengatakan, korban meninggal yang dibawa ke Puskesmas Mamasa sebanyak empat orang. Mereka antara lain Ambe Rapa' (60), warga Taupe dan Ambe' Bombong (50), warga Osango.

Baca juga: Kronologi Mobil Keluarga Pengantin Masuk Jurang 100 Meter yang Menewaskan 3 Orang

 

Lalu seorang ibu rumah tangga, Ningsih (28) bersama bayinya, Sela. Keduanya warga Desa Bombong Lambe.

Satu korban lainnya adalah pasien yang dirujuk ke Polewali Mandar. Dia meninggal beberapa saat setelah dirawat di Rumah Sakit Polewali Mandar.

Kecelakaan tunggal itu juga mengakibatkan 15 orang terluka. Tiga di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Polewali Mandar.

"Sekitar 15 orang masih dirawat, dan tiga orang terpaksa kami rujuk ke Rumah Sakit Polewali karena kondisinya parah," terang Yustina.

Menurut Yustina, umumnya korban menderita luka di kepala, kaki, tangan dan mengalami patah tulang.

Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan ini. Sebab, sang sopir yang membawa rombongan pengungsi termasuk anak-anak hingga kini belum diketahui keberadaannya pasca-kecelakaan.

 

Sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian menyebutkan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Mobil nahas ini membawa penumpang dewasa dan anak-anak dari lokasi pengungsian di Kecamatan Sumarorong, Mamasa.

Baca juga: Mobil Rombongan Pengantin Masuk Jurang, 3 Anggota Keluarga Wabup Aceh Tamiang Tewas

Warga menduga sopir truk itu tidak berhati-hati saat mengemudikan mobil dan terlalu menepi ke bibir jurang hingga ban terperosok.

Belum lagi kondisi jalur ini mengalami penyempitan dan sebagian ambles setelah diguyur hujan deras.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.