Kompas.com - 13/11/2018, 09:53 WIB
Mataram, Kompas.Com- Nuril dikunjungi kerabat dan Perwakilan Paguyuban Korban UU ITE di rumahnya di BTN Harapan Permai, Labuapi Lombok Barat. Kompas.com/fitriMataram, Kompas.Com- Nuril dikunjungi kerabat dan Perwakilan Paguyuban Korban UU ITE di rumahnya di BTN Harapan Permai, Labuapi Lombok Barat.

MATARAM, KOMPAS.com- Baiq Nuril Maknun tidak sendiri. Banyak pihak yang bersimpati kepadanya, termasuk Paguyuban Korban Undang Undang ITE (PAKU) se-Nusantara.

Perwakilan PAKU di Mataram, Rudi Lombok, Senin (12/11) mendatangi rumah Nuril di BTN Harapan Permai, Labuapi Lombok Barat. Ia menyemangati dan membela Nuril sepenuhnya atas keputusan Mahkamah Agung yang memutuskan Nuril bersalah dan terancam dipenjara 6 bulan dengan denda Rp 500 juta rupiah.

Rudi, yang juga pernah menjadi korban UU ITE, menyatakan kekecewaannya atas keputusan MA yang dinilai tidak adil dan mempermainkan hak Nuril sebagai perempuan dan warga negara.

Tak hanya Rudi, para tetangga dan kerabat Nuril silih berganti datang memberi dukungan moril padanya, agar air mata Nuril tak lagi tumpah meratapi nasibnya.

Apa yang dialami Nuril sungguh menyentuh rasa kemanusiaan mereka. Bagaimana tidak, upaya seorang tenaga honorer yang melindungi dirinya dari tindakan pelecehan seksual, justru dilporkan balik dengan tuduhan menyebarkan percakapan asusila Kepala Sekolah SMA 7 Mataram pada 2016 silam.

Baca juga: 5 Berita Populer: Jeritan Hati Baiq Nuril dan Curahan Hati SBY

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudi mengatakan, keputusan MA sangat mencederai hak Nuril sebagai warga negara dan perempuan. Lembaga peradilan yang seharusnya memberi perlindungan justru mengeluarkan keputusan yang tidak adil.

Padahal, Nuril telah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram 26 Juli 2017 silam.

Nuril mempertanyakan apakah dirinya bersalah memperjuangkan haknya atas tindakan pelecehan seksual yang menimpanya. Dia berharap, UU ITE direvisi ulang dan tidak memenjarakan orang yang tidak bersalah.

“Apa saya salah ingin mengungkapkan kebenaran, apa kita yang mau mengungkapkan kebenaran harus dihukum dan yang bersalah tidak diapa-apakan? Apa saya salah, kenapa undang undang ITE ini memojokkan kami, saya kira undang undang itu harus direvisi,” kata Nuril.

Suami Nuril, Lalu Muhamnad Isnaini, terkejut dan menganggap putusan MA sangat janggal. Sebab, awalnya PN mataram memutuskan istrinya bebas dan dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan menyebar luaskan rekaman asusila.

Nuril hanya melindungi diri dari pelecehan seksual yang dilakukan atasannya, Kepala Sekokah SMA 7 Mataram, Muslim, ketika itu.

“Saya terkejut sekali atas putusan ini, tapi saya berusaha membesarkan hati istri saya, saya katakan mungkin ini ujian dan kita harus hadapi” kata Isnaini.

Isnaini Juga tak bisa menutupi kekecewaannya atas keputusan MA tersebut.

“Saya merasa ini sangat janggal dan tidak adil bagi istri saya, jika kita flashback awalnya kan PN Mataram membebaskannya, karena dia bukan penyebar percakapan asusila itu. Dia hanya merekam untuk melindungi dirinya dan memberitahukan kelakuan atasannya itu pada saya," kata Isnaini dengan mata berkaca.

Isnaini menyayangkan bahwa bukti yang direkam istrinya diminta rekannya dan di-copy ke laptop sehingga rekaman itu sampai ke atasan mereka, sang kepala sekolah.

Bukannya jera, kepala sekolah yang menelepon istrinya dan menceritakan perbuatan cabul atau bersetubuh dengan perempuan lain, justru memecat Nuril. Tidak hanya itu, sang kepala sekolah juga melaporkan Nuril di Polres Mataram, 2016 silam.

Baca juga: Terkait Kasus Baiq Nuril, Keputusan MA Bisa Berubah Melalui PK

Nuril dijerat dengan pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 UU ITE nomor 19 tahun 2016, sempat ditahan di Rutan Mataram hingga menjadi tahanan kota dan 26 Juli 2017 Nuril dinyatakan bebas dan tidak bersalah oleh PN Mataram. Saat vonis, hakim yang memimpin persidangan ketika itu pun menangis, terharu melihat perjuangan Nuril membela dirinya.

Ketua Majelis Hakim yang juga Wakil Kepala PN Mataram, Albertus Usada pada Kompas.com 26 Juli 2017 silam, mengakui menitikkan air mata bahkan sempat tersedu usai menyatakan putusan bahwa Nuril bebas dari segala tuntutan jaksa.

Pascadivonis bebas itu, Nuril dan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk bertahan hidup, Nuril membuat kue pesanan dari para tetangga dan sahabatnya.

Sementara, suami tak lagi bisa bekerja di Gili Trawangan, Isnaini bekerja serabutan. Kehidupan mereka tak menentu karena kasus yang menjerat Nuril. Kini, putusan MA makin membuat mereka terpuruk.

Kompas TV Sidang praperadilan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 puisi Sukmawati Soekarnoputri digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang beragendakan pembacaan permohonan praperadilan. Pemohon meminta majelis hakim membatalkan SP3 kasus Sukmawati Soekarnoputri yang diterbitkan Bareskrim Polri. Pemohon menganggap SP3 yang diterbitkan Bareskrim Polri tidak sah karena polisi belum pernah memeriksa saksi maupun klarifikasi dalam kasus ini. Dalam sidang ini, 3 termohon yakni pihak Bareskrim Polri maupun Kapolri tidak hadir. Sidang akan dilanjutkan Selasa (13/11/2018) besok dengan agenda jawaban tertulis dari termohon yakni Bareskrim Mabes Polri.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.