Di Balik Kebakaran Kantor Gubernur Papua...

Kompas.com - 12/11/2018, 20:15 WIB
ilustrasi gedung terbakar/pixabay ilustrasi gedung terbakar/pixabay

KOMPAS.com - Kebakaran melanda Gedung Sasana Krida di kompleks Kantor Gubernur Papua, Minggu (11/11/2018).

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting. Akibat kebakaran tersebut, gedung yang dibangun pada tahun 1974 tersebut rusak parah.

Berikut ini fakta di balik kebakaran Gedung Sasana Krida di Papua.

1. Dikira asap sampah, teryata Gedung Sasana Krida terbakar

Ilustrasi kebakaranShutterstock Ilustrasi kebakaran

Seorang saksi bernama Marcelino (32) mengungkapkan, sebelum api membakar gedung tersebut, ia melihat kepulan asap tebal di belakang Gedung Sasana Krida.

Awalnya, ia mengira asap itu muncul karena ada yang membakar sampah. Namun, karena asap semakin tebal, ia bersama anggota Pos Satpol PP mengecek sumber asap.

"Kami berjumlah empat orang saat mengecek sumber asap. Ketika kami membuka pintu aula, terlihat adanya api yang sudah merambat ke bangunan lainnya. Kemudian kami segera melaporkannya ke polisi dan mobil pemadam kebakaran," kata Marselino.

Baca Juga: Kebakaran di Aceh Timur, Satu Keluarga Tewas

2. Mobil water cannon dikerahkan padamkan api

kendaraan water canon milik kepolisiankurnia azizah/kompas.com kendaraan water canon milik kepolisian

Petugas pemadam kebakaran segera meluncur ketika mendapat informasi kebakaran di kompleks Kantor Gubernur Papua.

Dua unit dan satu unit mobil water canon milik Polda Papua juga ikut melakuan pemadaman. Kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X