LPSK Dorong Penyelesaian Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM Dibawa ke Ranah Hukum

Kompas.com - 12/11/2018, 17:42 WIB
Rektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Ketua LPSK RI Hasto Atmojo (tengah) bersama   Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P. Sugarda (mengenakan kacamata) saat menemui wartawan usai melakukan pertemuan  KOMPAS.com / Wijaya KusumaRektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Ketua LPSK RI Hasto Atmojo (tengah) bersama Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P. Sugarda (mengenakan kacamata) saat menemui wartawan usai melakukan pertemuan


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) Republik Indonesia mendorong penanganan kasus dugaan pelecehan di UGM dibawa ke ranah hukum.

Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo mengatakan, dorongan agar kasus ini diselesaikans secara hukum disampaikan saat dirinya bertemu dengan Dekan Fakultas Fisipol dan Rektor UGM.

Sebab, kata dia, kasus ini sudah terlanjur muncul di publik dan desakan masyarakat cukup besar agar bisa diselesaikan secara hukum.

Baca juga: Penyintas Tuntut Pelaku Pelecehan Seksual UGM di-Drop Out


"Tadi kami menyarankan itu (penyelesaian secara hukum) kepada Pak Rektor. Tetapi, tentu saja dengan mempertimbangkan kepentingan penyintas, itu yang utama," kata Hasto, saat ditemui di UGM, Senin (12/11/2018).

"Apa yang dilakukan oleh UGM dilanjutkan saja, untuk penguatan secara psikologis, penguatan secara batin dan pemulihan penyintas, tetapi tidak melupakan upaya penegakan secara hukum," imbuh dia.

Penyelesaian secara hukum, menurut Hasto, juga bisa menjadi pembelajaran di masyarakat. Di mana permasalahan hukum harus diselesaikan secara hukum pula.

Menurut dia, jika kasus ini tidak diselesaikan secara hukum, maka bisa mempengaruhi penilaian publik terhadap UGM sebagai institusi pendidikan.

"Ya kalau menurut saya (jika tidak diselesaikan secara hukum) paling tidak masyarakat akan melihat, UGM tidak berpihak kepada korban, lho kok UGM menyelesaikan permasalahan hukum secara internal saja, itu kan sedikit banyak membawa penilaian kepada UGM," sebut dia.

Baca juga: Ombudsman Investigasi Dugaan Maladministrasi dalam Kasus Pelecehan Seksual di UGM

Hasto menyampaikan, jika kasus ini dibawa ke ranah hukum dan penyintas merasa ada ancaman atau terintimidasi dari pihak-pihak tertentu, maka LPSK siap memberikan perlindungan.

"Ya kalau yang bersangkutan merasa terancam, LPSK wajib memberikan perlindungan," pungkas dia.

Dalam pertemuan dengan dekan dan rektor UGM ini, LPSK juga sudah menerima keterangan terkait penyelesaian kasus yang terjadi pada pertengahan 2017 lalu itu.

"Kami sudah menerima keterangan dari Pak Rektor dan Pak Dekan terkait upaya UGM menyelesaikan permasalahan ini secara internal, secara etiknya. Saya kira sangat bagus, apalagi ini lembaga pendidikan," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X