Ironi Minimnya Buku di Tengah Tingginya Minat Baca Anak-anak Perbatasan

Kompas.com - 12/11/2018, 10:46 WIB
Sejumlah buku terbitan Litara yang dipamerkan dalam kegiatan INOVASI di Surabaya (07/11/2018). Di tengah minimnya ketersediaan buku untuk kelas awal, Litara telah menerbitkan 25 judul buku untuk anak anak usia 4 hingga 9 tahun secara swadaya. KOMPAS.com/SUKOCOSejumlah buku terbitan Litara yang dipamerkan dalam kegiatan INOVASI di Surabaya (07/11/2018). Di tengah minimnya ketersediaan buku untuk kelas awal, Litara telah menerbitkan 25 judul buku untuk anak anak usia 4 hingga 9 tahun secara swadaya.

KOMPAS.com – Data dari hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 menunjukkan 46,83 persen pelajar kelas 4 SD tergolong kurang mampu membaca.

Handoko Widagdo, Manajer Provinsi INOVASI Kalimantan Utara (Kaltara) mengatakan, angka tersebut berbanding terbalik dengan hasil Survei Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (SIPPI) tahun 2017 dimana minat baca siswa kelas awal di Kabupaten Bulungan dan Malinau telah mencapai 85 persen.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan minimnya ketersediaan buku non pembelajaran yang ada di sekolah.

“Dari 4.055 judul buku yang ada di perpustakaan sekolah, hanya 393 judul yang sesuai dengan kelas awal,” ujarnya, Senin (12/11/2018).

Baca juga: Pahlawan Ini Gendong Buku Menjaga Nasionalisme di Tapal Batas NKRI

INOVASI merupakan Program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia dalam rangka memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi (calistung).

Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, INOVASI menjalin kemitraan dengan 17 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Sarinah, Ketua Gerakan One Person One Book, atau gerakan menyumbang satu buku untuk siswa sekolah dasar di Kabupaten Bulungan mengaku miris dengan kenyataan betapa minimnya ketersediaan buku di sekolah dasar di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Saking minimnya ketersediaan buku, buku paket pelajaran yang seharusnya wajib dimiliki oleh siswa juga menjadi barang langka di sekolah.

Baca juga: Perjuangan Taman Baca Wadas Kelir, dari Perpustakaan di Teras Rumah hingga Lahirkan Anak Berprestasi

“Realitanya anak-anak sekolah ini suka membaca. Bisa membaca buku paket pelajaran saja mereka sudah senang sekali, karena ternyata buku itu satu-satunya buku cetak yang ada di sekolah mereka. Dan itu dipegang oleh guru,” katanya.

Selama 3 tahun terakhir, melalui gerakan one person one book Sarinah mengaku telah menerima lebih dari 3.500 judul buku sumbangan dari warga yang telah disalurkan ke 5 perpustakaan di sekolah dasar di pelosok wilayah perbatasan yang menjadi mitra mereka.

Sayangnya, hanya sekitar 30 persen buku sumbangan tersebut yang sesuai untuk usia anak sekolah. “Bahkan sumbangan buku LKS bekas sangat berarti bagi anak-anak di perbatasan karena kebanyakan buku sumbangan itu berupa majalah dan buku umum,” imbuhnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Membusuk

Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Perempuan Membusuk

Regional
Mencari Penyebab Siswi Pramuka Tewas di Gorong-gorong SMP Tasikmalaya

Mencari Penyebab Siswi Pramuka Tewas di Gorong-gorong SMP Tasikmalaya

Regional
KM Panji Saputra Belum Ditemukan, Ini Langkah Basarnas

KM Panji Saputra Belum Ditemukan, Ini Langkah Basarnas

Regional
Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Regional
RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

Regional
Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Regional
Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Regional
Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Regional
Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Regional
Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Regional
5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

Regional
10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

Regional
Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Regional
Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X