Kursus Kepemiluan, Cara KPU Surakarta Dorong Masyarakat Sadar Memilih

Kompas.com - 12/11/2018, 10:00 WIB
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Surakarta Bambang Christanto di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIDivisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Surakarta Bambang Christanto di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Surakarta mengadakan kursus kepemiluan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Kursus ini diikuti 60 peserta dimana 30 peserta di antaranya adalah organisasi masyarakat (Ormas) dan kelompok masyarakat yang teridentifikasi KPU.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Surakarta Bambang Christanto mengatakan, setelah para peserta mengikuti kursus kepemiluan mereka menjadi ujung tombak KPU dalam mendongkrak angka partisipasi pemilih di masing-masing wilayah.

"Tentu tidak hanya partisipasi pemilih yang meningkat, tetapi juga lebih kepada kuantitas dan kualitas demokrasi. Artinya, masyarakat tidak sekadar memilih kepada pasangan calon, tapi lebih kepada gerakan sadar menggunakan hak pilihnya," kata Bambang kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Senin (12/11/2018).

Bambang menambahkan, kursus kepemiluan baru tahap pendaftaran yaitu telah dimulai pada 1 November dan ditutup pada 17 November mendatang. Kursus kepemiluan ini akan berlangsung selama dua hari. Peserta akan diberikan materi tentang bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih.

Baca juga: Targetkan 77 Persen Partisipasi Pemilih, KPU Surakarta Sosialisasi Gerakan Lindungi Hak Pilih di CFD

Sehingga setelah mengikuti kursus selama dua hari, lanjut Bambang, mereka akan diterjunkan ke lapangan guna memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya pada Pileg maupun Pilpres 2019.

"Selesai mengikuti kursus mereka tidak hanya membekali masyarakat bahwa 17 April 2019 itu ada pemilu. Tetapi lebih mendorong partisipasi dan kualitas demokrasi kita bahwa pentingnya kenapa kita memilih, kenapa kita harus menggunakan hak pilih kita, kenapa masyarakat diharapkan berbondong-bondong ke TPS. Karena ini menyangkut masa depan bangsa," ujar Bambang.

Bambang menuturkan, dalam kursus kepemiluan ini akan menggandeng Pusat Pendidikan Pancasila, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Fakultas Sosiologi UNS.

Disamping untuk meningkatkan partisipasi pemilih, kursus kepemiluan ini sekaligus untuk menguatkan KPU sebagai penyelenggara pemilu juga didukung dari basis kampus, akademisi dan lembaga kajian Pancasila.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X