Nakhoda Kapal Aqua Mas Sudah Bisa Berkomunikasi dengan Basarnas

Kompas.com - 11/11/2018, 22:59 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com - Sebuah kapal bernama Aqua Mas 05 dilaporkan hilang kontak di laut selatan Jawa, perairan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018) siang. Kapal jenis tonda itu mengangkut empat orang yakni satu nakhoda (Irfan) dan tiga anak buah kapal (ABK). Mereka adalah Ape, Akbar, dan Ake.

Kapal berwarna orange kombinasi kuning dengan panjang 8 meter tersebut diduga mengalami kerusakan pada bagian mesin.

"Kami Pos SAR Sukabumi membantu Kantor SAR Bandung untuk berkoordinasi dengan potensi SAR laut di wilayah Sukabumi dan Cianjur," kata Koordinator Pos SAR Sukabumi, Faber Sinaga, kepada Kompas.com lewat sambungan telepon, Minggu malam.

Baca juga: Kapal Aqua Mas Hilang Kontak di Perairan Cianjur

Dia mengatakan, pihaknya sudah bisa berkomunikasi dengan nakhoda kapal melalui sambungan telepon selular. Berdasarkan pengakuan nakhoda, kapal dalam kondisi mesin mati sehingga terus terbawa arus. Kru kapal mengupayakan agar mereka bisa mencapai pesisir.

"Saya sudah sarankan bila melihat kapal nelayan atau rumpon agar bisa mendekatinya," kata Faber.

Faber menjelaskan Pos SAR Sukabumi mendapat informasi dari Pos SAR Trenggalek, Minggu siang. Posisi kapal di koordinat 7° 38.470' S - 106° 53.560' T. Setelah diplot di peta, lokasi tersebut berada di perairan Cianjur, wilayah Cidaun.

"Kami juga langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Bandung. Malam ini tim dari Kantor SAR Bandung menuju ke wilayah selatan Cianjur," kata dia.

Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Rumpong pada 24 Oktober lalu dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Prigi Trenggalek, Jawa Timur, pada 4 November ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X