Dedi Mulyadi: Jokowi-Ma'ruf Amin Pasti Menang Telak di Jawa Barat - Kompas.com

Dedi Mulyadi: Jokowi-Ma'ruf Amin Pasti Menang Telak di Jawa Barat

Kompas.com - 11/11/2018, 09:24 WIB
Dedi Mulyadi bersama Calon Presiden RI Joko Widodo.KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Dedi Mulyadi bersama Calon Presiden RI Joko Widodo.

BANDUNG, KOMPAS.com- Ketua Tim Pemenangan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, optimistis pasangan yang didukungnya menang telak di Jawa Barat.

“Hasil survei terbaru Jokowi-Ma’ruf menang tipis. Nah, lima bulan ke depan pasti kita menang tebal, bukan hanya di Jawa Barat tetapi di nasional,” kata Dedi di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Sabtu (10/10/2018).

Mantan Bupati Purwakarta tersebut mengaku sudah membuat perhitungan kualitatif maupun kuantitatif bersama tim pemenangan di Jawa Barat.

Dedi mengakui, Jokowi memang kalah suara di Jawa Barat oleh Prabowo pada Tahun 2014 lalu. Sementara secara kualitatif, saat itu kiprah Jokowi di Jawa Barat relatif belum terpublikasi secara massif.

Baca juga: Jokowi-Maruf Targetkan Kemenanga60 Persen di Jawa Barat

Iklim pada pilpres periode lalu, sambung Dedi, kini berbanding terbalik. Lewat Sosialisasi tim dan relawan telah berhasil melebarkan ruang kesadaran publik Jawa Barat tentang kinerja Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Akibatnya, dampak elektoral pun diraih dan Jokowi-Ma’ruf untuk sementara unggul dari pasangan Prabowo-Sandi di Jawa Barat.


“Masalahnya tinggal meredam gerakan kampanye hitam saja. Jawa Barat ini termasuk rentan disusupi konten isu sejenis itu. Caranya, kita lawan dengan isu berisi konten positif. Kinerja Pak Jokowi terus menerus kita sosialisasikan. Jadi, tidak boleh ada kampanye hitam terhadap kompetitor,” ungkapnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini menyampaikan, kode operasi penggalangan suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat bernama operasi semut.

“Fokus tim, relawan dan caleg partai pengusung adalah mendatangi warga Jawa Barat door to door. Gotong-royong, operasi semut untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf, ini kita lakukan. Semut mah kan gak perlu berton-ton gula, cukup sesuai kebutuhan,” katanya.

Gula yang dimaksud Dedi adalah menyampaikan program secara mikro sesuai dengan kebutuhan rakyat di daerah pemilihan. Hal ini menurut dia sangat penting karena berkaitan dengan keseharian rakyat sendiri.

“Perumahannya diperhatikan, bahan pokok, Sarjana PKH diperbanyak dan pembangunan infrastruktur. Kemudian, pelayanan kesehatan dan administrasi negara yang mampu menjangkau pelosok. Ini lebih penting dibandingkan bahasan yang tinggi-tinggi itu,” ujarnya.

Selain itu, Dedi mengatakan kolaborasi bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun sudah dilakukan olehnya. Menurut dia, sudah ada kesepakatan pembagian segmentasi pemilih yang akan digaet oleh keduanya.

“Saya fokus di pedesaan, kultur, budaya dan lain-lain. Kalau Pak Ridwan Kamil fokus di wilayah perkotaan dengan isu milenial,” tandasnya. (K121-16).



Close Ads X