Lagi, Kapal Wisata Buang Jangkar di Kawasan Terumbu Karang di Raja Ampat - Kompas.com

Lagi, Kapal Wisata Buang Jangkar di Kawasan Terumbu Karang di Raja Ampat

Kompas.com - 11/11/2018, 08:53 WIB
Beberapa bagian di salah satu dive spot favorit Raja Ampat, yaitu perairan Pulau Arborek yang mengalami beberapa kerusakan karang, Kamis (19/10/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Beberapa bagian di salah satu dive spot favorit Raja Ampat, yaitu perairan Pulau Arborek yang mengalami beberapa kerusakan karang, Kamis (19/10/2017).

WAISAI, KOMPAS.com - Kapal wisata KM A dilaporkan membuang jangkar di kawasan dangkal terumbu karang yang merupakan salah satu tempat menyelam wisatawan yang mengunjungi Kampung Arborek, Raja Ampat, Papua Barat.

Kapal wisata tersebut membuat kesal warga Kampung Arborek karena membuang jangkar di kawasan yang tidak seharusnya pada Selasa (6/11/2018) sehingga warga melaporkannya ke Dinas Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat Kampung Arborek disertai dengan dokumen foto kejadian tersebut.

Baca juga: Cerita Pilu Sahluki Lihat Putrinya Tersambar Kereta Saat Tonton Surabaya Membara

Dia mengatakan, pihaknya juga telah mendatangi masyarakat kampung Arborek dan berdiskusi tentang kejadian tersebut dan membahas regulasi yang akan dibuat agar tidak ada kapal membuang jangkar sembarangan di terumbu karang Kampung Arborek.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berdiskusi dengan masyarakat Kampung Arborek menentukan kawasan yang kapal wisata bisa parkir dan buang jangka agar tidak merusak terumbu karang.

Baca juga: Jokowi-Maruf Targetkan Kemenangan 60 Persen di Jawa Barat

Menurut dia, menindaklanjuti laporan masyarakat Kampung Arborek Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat akan memanggil pihak kapal wisata untuk diberikan sanksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Kapal wisata KM A sebelumnya tercatat telah melakukan pelanggaran kandas dan merusak karang di Pulau Gan Raja Ampat. Nakhoda kapal tersebut sempat pula menjalani proses hukum.



Close Ads X