Banjir Rendam 2 Kecamatan di Aceh Singkil - Kompas.com

Banjir Rendam 2 Kecamatan di Aceh Singkil

Kompas.com - 10/11/2018, 21:16 WIB
Masyarakat berhenti di jalan nasional yang terendam banjir di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (10/11/2018)BPBD Aceh Singkil Masyarakat berhenti di jalan nasional yang terendam banjir di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (10/11/2018)


ACEH SINGKIL, KOMPAS.com- Banjir kembali merendam dua kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil yaitu Kecamatan Singkil dan Kecamatan Singkil Utara, Sabtu (10/11/2018).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil tercatat dua desa terendam di Kecamatan Singkil Utara yaitu Desa Ketapang Indah dan Kampung Baru. Sedangkan di Kecamatan Singkil tercatat 16 desa terendam banjir.

Petugas Pusat Data BPBD Aceh Singkil Rosiana Kusuma Wardani, yang dihubungi per telepon menyebutkan, ribuan orang terkena banjir.

Ketinggian air bervariasi mulai satu hingga satu setengah meter. Namun, kata Rosi, belum ada pengungsian hingga Sabtu siang.

“Beberapa fasilitas umum juga sudah terendam, misalnya kantor Camat Singkil Utara dan Puskesmas Singkil. Kedua fasilitas umum itu terendam banjir,” sebut Rosi.

Baca juga: Jalan Boulevard Kelapa Gading hingga Yos Sudarso Jadi Langganan Banjir

Untuk jalan lintas nasional penghubung Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, juga terendam di kawasan Simpang Kanan dan kawasan Gunung Meriah.

“Data yang masuk lainnya sawah sekitar 75 hektar dan kebun sawit sekitar 30 hektar terendam banjir. Pohon sawit yang terendam milik warga membuat buahnya busuk jika banjir tak segera surut,” sebut Rosi.

Saat ini, katanya, tim gabungan BPBD, SAR, TNI/Polri berada di lokasi banjir untuk memastikan penanganan banjir.

“Boat juga disiagakan. Begitu ada pengungsian segera kami evakuasi,” sebutnya.

Dia mengimbau bagi pengendara lintas Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil berhati-hati mengingat jalan mulai terendam setinggi 30 sentimeter. Jika tak memungkin melintas, sambung Rosi, lebih menunda perjalanan.

“Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.


Terkini Lainnya


Close Ads X