Ombudsman Investigasi Dugaan Maladministrasi dalam Kasus Pelecehan Seksual di UGM - Kompas.com

Ombudsman Investigasi Dugaan Maladministrasi dalam Kasus Pelecehan Seksual di UGM

Kompas.com - 10/11/2018, 19:58 WIB
Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu saat  jumpa pers, Sabtu (10/11/2018)KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu saat jumpa pers, Sabtu (10/11/2018)


YOGYAKARTA, KOMPAS.comOmbudsman RI perwakilan DIY-Jateng akan mendalami adanya dugaan maladministrasi dalam penanganan kasus pelecehan seksual yang terjadi di KKN UGM pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Ombudsman akan mengumpulkan data dan informasi untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Ombudsman, pada Sabtu (10/11/2018), menggelar pertemuan dengan perwakilan gerakan #kitaAGNI terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Pertemuan ini dilaksanakan di kantor Ombudsman RI perwakilan DIY-Jateng Jalan Wolter Monginsidi 20, Yogyakarta.

"Dari pertemuan sore ini, kami sudah mendengarkan kasusnya dan ini masih pertemuan pertama," ujar anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu, dalam jumpa pers, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: Fakta di Balik Dugaan Pelecehan Saat KKN, Tanggapan Rektor UGM hingga Gerakan #KitaAGNI

Ninik menyampaikan, dari informasi awal yang didapat, kasus pelecehan seksual ini terjadi saat program KKN pertengahan tahun 2017 lalu.

Setahun berlalu, penyelesaian kasus ini belum tuntas dan belum memberikan keadilan kepada penyintas.

Ombudsman melihat, ada dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh UGM terkait dengan penanganan kasus.

"Ada potensi maladministrasi terkait penundaan berlarut yang dilakukan oleh UGM dalam menangani kasus ini," ungkapnya.

Karenanya, Ombudsman RI perwakilan DIY-Jateng akan menindaklanjuti dengan melakukan investigasi mendalam terkait penanganan kasus pelecehan seksual yang terjadi pada pertengahan tahun 2017 lalu ini.

"Ombudsman akan mendalami kasus ini dan akan melakukan penyikapan. Mudah-mudahan dengan proses investigasi yang akan ditindaklanjuti oleh Ombudsman perwakilan DIY, ini bisa cepat tertangani," tegasnya.

Menurutnya, setiap kasus pelecehan seksual harus ditangani dengan serius. Sebab, jika tidak akan menimbulkan keberulangan.

"Kalau tidak ditangani secara serius akan memicu keberulangan baik yang dilakukan oleh pelaku maupun pelaku-pelaku lain karena dianggap pelecehan seksual seperti mencuri permen, terbebas dari proses hukum," tandasnya.

Ninik menuturkan, Ombudsman RI merasa penting untuk mendalami kasus ini karena terkait dengan sistem pendidikan di Indonesia.

Sebab, ini terkait dengan masa depan generasi bangsa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

"Kami tahu selama ini upaya untuk memberikan perlindungan terutama terhadap ancaman kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pengajar, oknum staf, atau antarsesama mahasiswa sering kali belum menjadi perhatian yang prioritas. Padahal, perguruan tinggi adalah tempat pendidikan dan pengajaran," pungkasnya. 

Kompas TV Apakah telah terjadi ketidakadilan terhadap warga binaan di Lapas Sukamiskin pasca temuan dari Ombudsman pekan lalu?



Terkini Lainnya

Bawaslu Kota Bekasi Imbau Warga Melapor jika Terima Tabloid 'Indonesia Barokah'

Bawaslu Kota Bekasi Imbau Warga Melapor jika Terima Tabloid "Indonesia Barokah"

Megapolitan
INFOGRAFIK: Fakta Mengenai 'Shutdown' Pemerintahan Amerika Serikat..

INFOGRAFIK: Fakta Mengenai "Shutdown" Pemerintahan Amerika Serikat..

Internasional
Setelah Dubes Uni Eropa, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Temui Perwakilan AS

Setelah Dubes Uni Eropa, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Temui Perwakilan AS

Nasional
Anjing Ini Pandu Ambulans Jalan Menuju Pemiliknya yang Pingsan

Anjing Ini Pandu Ambulans Jalan Menuju Pemiliknya yang Pingsan

Internasional
Terekam Kamera, Pemburu Liar Pukuli Harimau dengan Tangan Kosong

Terekam Kamera, Pemburu Liar Pukuli Harimau dengan Tangan Kosong

Internasional
Satu Nelayan Hilang di Sumenep Telah Ditemukan

Satu Nelayan Hilang di Sumenep Telah Ditemukan

Regional
PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

Megapolitan
Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Megapolitan
Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Regional
Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Megapolitan
Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Internasional
Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

Nasional
12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

Regional
Bagaimana Media Asing Mengabarkan Pembebasan Ahok

Bagaimana Media Asing Mengabarkan Pembebasan Ahok

Internasional

Close Ads X