Kompas.com - 10/11/2018, 09:29 WIB
Seorang anggota Akar Tuli sedang mengajarkan Bisindo kepada ibu dan juga guru di salah satu cafe di Banyuwangi Jumat (9/11/2018) KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Seorang anggota Akar Tuli sedang mengajarkan Bisindo kepada ibu dan juga guru di salah satu cafe di Banyuwangi Jumat (9/11/2018)

Menurut perempuan yang akrab dipanggil Bunda Nina, selama ini dirinya dan beberapa guru sering kesulitan berkomunikasi dengan penyandang tuli apalagi jika mereka tuna ganda.

Baca juga: Cerita Relawan Bantu Pemudik yang Tak Bisa Tulis Namanya Sendiri (1)

 

"Kami berharap dengan pelatihan ini, ada wawasan baru bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Mengapa melibatkan guru sekolah inklusi, karena nantinya, anak-anak kami akan bersekolah di sana dan para guru yang akan sering berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan mereka," jelasnya Bunda Nina.

Sementara itu Nisrina Firdausi, relawan Akar Tuli kepada Kompas.com menjelaskan jika Bisindo membutuhkan gesture dan ekspresi sehingga mudah dipahami oleh ke penggunanya.

Berbeda dengan bahasa isyarat lainnya, Bisindo berkembang alami dilingkungan penggunanya yaitu para penyandang tuli.

"Ada bahasa isyarat yang diciptakan oleh mereka yang dengar, dan tentunya akan sulit diterima oleh kawan-kawan yang tuli. Mereka yang tuli lebih mengetahui apa yang mereka butuhkan termasuk kebutuhan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi," jelas Nisrina yang sudah menjadi relawan di Akar Tuli sejak tahun 2013 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belajar Bisindo

Ada beberapa hal yang mendasar saat belajar Bisindo yaitu tidak mengangkat tangan terlalu tinggi saat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, tidak berteriak, tidak pura-pura memahami apa yang disampaikan oleh penyandang tuli.

Baca juga: Atlet Tuli Asian Para Games Nikmati Musik Andi Rianto, Ini Buktinya

Menurut Nisrina, tidak masalah meminta mereka para penyandang tuli untuk mengulang lagi gerakan. Ini akan lebih baik dari pada pura-pura paham.

Lalu jika menggerakkan tangan cukup sejajar dada karena jika terlalu tinggi akan menutup bagian mulut karena berkomunikasi dengan Bisindo kita juga menggerakkan bibir hanya saja tidak terlalu cepat.

"Termasuk jangan berteriak. Mereka akan tahu jika kita berteriak bukan dari suara tapi dari getaran yang mereka rasakan," jelasnya.

Atau bisa saja menggunakan sarana gambar untuk mempermudah berkomunikasi dengan para tuli.

Nisrina mengaku, dia dan beberapa rekan-rekannya di komunitas Akar Tuli selalu menyosialisasikan Bisindo ke masyarakat umum bukan hanya kepada mereka yang menyandang tuna rungu tapi juga masyarakat dengar.

Baca juga: Jelang Hari Tuli Sedunia: Penyandang Tunarungu Perlu Edukasi Kesehatan

 

Para pengurus dan anggota Akar Tuli yang ada di Malang adalah penyandang tuli, sementara relawan yang berjumlah sekitar 20 orang adalah mereka yang dengar.

"Mereka yang tuli dan yang dengar pada dasarnya jadi jangan sampai ada perlakuan yang berbeda. Kalau boleh saya menggambarkan ya sama seperti saya tidak berkacamata, dan ada yang yang berkacamata," pungkasnya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.