Surabaya Membara, Saat Melintas Viaduk Jalan Pahlawan, Kecepatan Kereta 15 Km/Jam - Kompas.com

Surabaya Membara, Saat Melintas Viaduk Jalan Pahlawan, Kecepatan Kereta 15 Km/Jam

Kompas.com - 10/11/2018, 01:02 WIB
Keluarga korban meninggal Erikawati (9) di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Jumat malam (9/11/2018).surya.co.id/mohammad romadoni Keluarga korban meninggal Erikawati (9) di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Jumat malam (9/11/2018).


SURABAYA, KOMPAS.com - PT KAI Daop 8 Surabaya menyebut saat melintas di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam, Kereta Api Lokal KRD jurusan Sidoarjo Surabaya Pasar Turi mengurangi kecepatannya menjadi 15 kilometer per jam.

"Harusnya di jalur itu kecepatan yang digunakan 30 kilometer per jam. Tapi kan kereta api tidak bisa mendadak berhenti," kata Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko.

Sesuai prosedur operasi, kereta juga sudah membunyikan seruling lokomotif untuk memberi peringatan kepada siapa pun yang berada di jalur kereta yang akan dilintasi.

Baca juga: Surabaya Membara, Keluarga Korban Padati Kamar Jenazah RS Soetomo

Dia justru menyayangkan jika viaduk tersebut digunakan warga sebagai lokasi untuk menonton pertunjukan aksi teater Surabaya Membara.

"Di situ adalah jalur aktif yang digunakan kereta barang dan kereta penumpang," terangnya.

Dia balik menyalahkan panitia pertunjukan Surabaya Membara karena sebelumnya tidak pernah melakukan koordinasi dengan PT KAI untuk pengaturan lokasi penonton.

"Kami juga menerima laporan ada penonton yang berupaya meloncat ke kereta karena saat itu kecepatannya rendah," terangnya.

Polisi mencatat ada 3 korban jiwa dan 20 korban luka karena terjatuh saat kereta melintas di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya. Para korban adalah penonton teater Surabaya Membara yang digelar di sekitaran monumen Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan Surabaya. 

Kompas TV Dalam wawancara dengan Jurnalis Kompas TV Kyka Madonna, panitia penyelenggara acara Drama Kolosal Surabaya Membara menyatakan telah menyediakan lokasi bagi masyarakat untuk menonton. Namun banyaknya animo masyarakat yang hadir membuat pihak panitia cukup sulit untuk melakukan pengawasan dan pengaman pada masyarakat yang menonton di luar tempat yang disediakan oleh pihak panitia.




Close Ads X