Diguncang Gempa dalam Sepekan, Warga Mamasa Eksodus hingga Dirikan Tenda di Lapangan Bola

Kompas.com - 09/11/2018, 20:25 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu (7/11/2018).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa tersebut terjadi Rabu pukul 16.42 WIB.

Titik pusat gempa berada di 9 kilometer sebelah tenggara Mamasa, Sulbar, dengan kedalaman 11 kilometer. Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sejak Sabtu (3/11/2018), gempa telah mengguncang Mamasa dan sekitarnya.

Berikut dampak dan fakta saat Mamasa diguncang gempa dalam sepekan terakhir.

1. Gempa 4,7 SR di hari Sabtu 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peta dstribusi gempa bumi Mamasa dan sekitarnya, sejak tanggal 3 November sampai 9 November 2018 pukul 7.00 WITA Peta dstribusi gempa bumi Mamasa dan sekitarnya, sejak tanggal 3 November sampai 9 November 2018 pukul 7.00 WITA

Belasan siswi di Mamasa, Sulawesi Barat, pingsan karena panik dan ketakutan saat gempa berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Mamasa dan terasa hingga ruangan kelas, Sabtu (3/11/2018).

Saat gempa mengguncang, para siswa sedang belajar di dalam kelas.

Para guru dan siswa lainnta segera membawa para siswa yang pingsan ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS) dan ke Puskesmas Mamasa.

Mereka umumnya mengalami sesak napas dan kejang-kejang. Gempa yang berlangsung hitungan detik tersebut menggoyang-goyangkan ruangan hingga dinding gedung sekolah retak.

Kaca-kaca jendela kelas bergetar dan sejumlah ornamen sekolah, seperti pot di halaman berjatuhan. Siswa pun berlarian ke luar bangunan sekolah.

“Ada sekitar 12 siswa yang dilarikan ke rumah sakit karena ketakutan saat gempa hingga pingsan,” kata Jefri, siswa SMA Negeri 1 Mamasa, Sabtu (3/11/2018).

Baca Juga: Mamasa Kembali Diguncang Gempa, Warga Berhamburan Keluar Rumah

2. Gempa susulan merusak bangunan

Warga kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa dan Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja, memilih mengungsi di kantor kecamatan Bittuang Tana Toraja, Selasa (06/11/2018)KOMPAS.com/AMRAN AMIR Warga kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa dan Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja, memilih mengungsi di kantor kecamatan Bittuang Tana Toraja, Selasa (06/11/2018)

Hingga Minggu (4/11/2018) pagi, warga di Mamasa diguncang 10 kali gempa. Dua gempa di antaranya terasa sangat kuat dan membuat rusak sejumlah bangunan.

Gempa pada Minggu pukul 5.30 Wita, geterannya cukup keras hingga terasa di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Barat, seperti Mamasa, Polewali Mandar, Majen, hingga Kota Mamuju.

“Kita imbau kepada semua warga agar tidak panik dan tetap tenang menghadapi situasi gempa. Pemerintah telah mempersiapkan lapangan Mamasa sebagai tempat pengungsian jika kondisi gempa makin parah, tapi kita berharap ini segera reda," kata Daud Sattu, Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa. 

Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 SR Guncang Mamasa

3. Gempa 5,5 SR terjadi saat warga terlelap

Warga palopo merasakan gempa bumi yang terjadi di Mamasa di saat hujan deras terjadi. Hal ini membuat warga panik, Kamis (08/11/2018).KOMPAS.com/AMRAN AMIR Warga palopo merasakan gempa bumi yang terjadi di Mamasa di saat hujan deras terjadi. Hal ini membuat warga panik, Kamis (08/11/2018).

Saat warga sedang terlelap tidur pada pukul 02.35 Wita, gempa berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat.

Warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Rasa panik dan takut menyelimuti mereka sambil mencari area luas yang jauh dari bangunan tinggi.

Saat itu, jaringan listrik di kota padam total dan membuat suasana bertambah panik.

Selain itu, jaringan internet juga tak berfungsi dan membuat warga kesulitan untuk saling berkomunikasi.

“Lampu padam total saat gempa. Semalam dua kali dirasakan gempa keras, tapi paling keras yang pertama sekitar pukul 01.30,” ujar Frendy.

Baca Juga: Gempa Guncang Mamasa Pukul 02.35 Dini Hari, Warga Berhamburan Keluar Rumah

4. Gempa 5,2 SR membuat pasien rumah sakit panik

Ribuan warga Mamasa Sulawesi barat berhamburan keluar rumah saat diguncang gempa selasa dinihari tadi. Mereka mengungsi ke lapangan terbuka dan taman kota di Mamasa sambil mendirikan tenda darurat.KOMPAS.Com Ribuan warga Mamasa Sulawesi barat berhamburan keluar rumah saat diguncang gempa selasa dinihari tadi. Mereka mengungsi ke lapangan terbuka dan taman kota di Mamasa sambil mendirikan tenda darurat.

Kepanikan melanda pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, saat gempa berkekuatan magnitudo 5,2 kembali mengguncang sekitar Mamasa pada Rabu (7/11/2018) pukul 17.42 Wita.

Tampak pasien bersama keluarga mereka histeris dan berhamburan keluar rumah sakit menyelamatkan diri.

Bahkan, beberapa anggota keluarga menggendong keluarganya yang sedang dirawat keluar gedung. Mereka khawatir bangunan rumah sakit akan runtuh.

Pengunjung dan pasien yang panik dan saling berebut keluar gedung pun sempat bertabrakkan, karena sejumlah pasien yang panik dan tidak berkonsentrasi saat berlarian menyelamatkan diri keluar dari gedung.

Petugas keamanan dan para dokter terlihat menenangkan pasien dan membantu pasien untuk keluar mencari tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Gempa Mamasa, Pasien RS Mamuju Panik sampai Digendong Keluar Gedung

5. Warga mengungsi di lapangan bola

Lagi Gempa Guncang Kabupaten MamasaSuddin Syamsuddin / Kompas. Com Lagi Gempa Guncang Kabupaten Mamasa

Rentetan gempa di Mamasa membuat warga memilih mengungsi ke lapangan bola Mamasa atau tempat lapang yang jauh dari bangunan. Beberapa warga rela membangun tenda darurat di depan rumahnya.

Dengan perbekalan seadanya, warga memilih mengungsi untuk sementara sampai situasi dinyatakan aman.

Sementara itu, warga yang mengungsi ke lapangan bola memilih tidur seadanya beralaskan tikar bersama keluarga.

“Lebih baik waspada saja, karena beberapa hari terakhir gempa dahsyat terus terjadi dan membuat warga panik,” ujar Demmatande, rabu (7/11/2018).

Baca Juga: Pengungsi Gempa Mamasa Tidur Seadanya di Lapangan Bola

6. Ribuan warga Mamasa mengungsi ke daerah lain

Panik diguncang gempa bertubi-tubi, 8.000 warga eksodus dari Mamasa, Sulawesi Barat, ke daerah lain,KOMPAS.com/ JUNAEDI Panik diguncang gempa bertubi-tubi, 8.000 warga eksodus dari Mamasa, Sulawesi Barat, ke daerah lain,

Rasa trauma dan panik, membuat ribuan warga di Mamasa, Sulawesi Barat, mengungsi ke daerah sekitar, seperti Polewali Mandar dan Toraja.

Berdasar keterangan dari Pemerintah Daerah Mamasa, hingga Kamis (8/11/2018), jumlah pengungsi ke empat titik lokasi kecamatan di Mamasa mencapai 12.000 lebih dan sekitar 8.000 lebih warga mengungsi ke luar Mamasa.

“Pemerintah tetap mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak pernah meminta warga mengungsi. Tapi itulah yang terjadi, mereka mengungsi karena panik dan ketakutan gempa-gempa susulan,” kata Bupati Mamasa Ramlan Badawi.

Baca Juga: Mamasa Terus Diguncang Gempa, 8.000 Warga Mengungsi ke Daerah Lain

Sumber: KOMPAS.com (Junaedi, Amran Amir)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.