Pantau Pergerakan Banjir, Klaten Pasang 2 CCTV di 2 Bendungan - Kompas.com

Pantau Pergerakan Banjir, Klaten Pasang 2 CCTV di 2 Bendungan

Kompas.com - 09/11/2018, 14:04 WIB
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

KLATEN, KOMPAS.com - Dua unit kamera closed circuit television ( CCTV) dipasang di Bendungan Talang, Kecamatan Cawas dan Bendungan Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk memantau kemmungkinan terjadi bencana banjir di daerah tersebut ketika musim hujan tiba.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianto mengatakan, pemasangan kamera CCTV tersebut karena kedua daerah itu rawan banjir.

Dengan pemasangan kamera CCTV, pihaknya dapat dengan mudah memantau daerah tersebut apabila terjadi banjir.

"Dua kamera CCTV kita pasang di dua bendungan tersebut supaya memudahkan kita untuk memantau apabila terjadi banjir," ungkap Haris, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Ridwan Kamil Segera Bahas Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor di Jabar

Merujuk pada data BPBD semester I dan II tahun 2017 serta semester I tahun 2018 banjir sering melanda Kecamatan Bayat. Terutama di sekitar aliran anak Kali Dengkeng, yaitu Desa Talang.

"Di APBD Perubahan kita siapkan dua unit kamera CCTV dipasang di Bendungan Talang dan Kragilan untuk memantau pergerakan situasi di sana," ungkap Haris.

Selain memasang kamera CCTV, pihaknya telah meminta camat di daerah sekitar aliran Kali Dengkeng untuk menggerakkan potensi relawan guna meningkatkan kewaspadaan bencana. Seperti Camat Bayat, Gantiwarno, dan Wedi.

Baca juga: Pemkab Klaten Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung

Sementara untuk peralatan kebencanaan seperti beronjong kawat, karung goni dan material lainnya, jelas Haris juga sudah disiapkan. Ada sebanyak 6.350 karung goni dan 250 beronjong untuk persiapan menghadapi musim hujan.



Close Ads X