Ridwan Kamil Akan Bantu Eti binti Toyib, TKI yang Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 09/11/2018, 14:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (9/11/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (9/11/2018).


BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu membayar diyat bagi Eti binti Toyib, warga Majalengka yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, akan segara melakukan rapat untuk membahas kasus Eti.

"Saya sedang rapatkan, ibu Eti yah. Saya mau rapatkan hari ini, saya kabari besok. Tapi intinya saya akan bantu," kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Donasi untuk Eti Binti Toyib, TKI yang Terancam Hukuman Mati di Saudi


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Fery Sofwan mengaku belum mendapat arahan langsung soal mekanisme penggalangan dana untuk membayar diyat Eti.

"Kalau arahan secara langsung belum ada, tapi sore ini saya akan rapat dengan Pak Gubernur dan saya akan sampaikan soal masalah ini," ucap Ferry, saat dihubungi via telepon seluler.

Fery pun mengaku belum mendapat laporan terkini berapa jumlah kekurangan diyat yang diperlukan.

"Saya belum tahu berapa jumlah sisanya. Yang jelas kita enggak bisa sendiri, kita perlu keterlibatan instansi lain. Doakan saja, mudah-mudahan kita bisa membawa Eti pulang," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terancam hukuman mati di Arab Saudi. Dari jumlah itu, seorang di antaranya sudah mendapat putusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pemerintah akan terus berupaya meringankan hukuman para WNI tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Penting Eksekusi TKI Tuti, Tanpa Pemberitahuan hingga Dikubur di Arab Saudi

"Yang jelas fokus pemerintah memastikan mereka terpenuhi hak-hak hukumnya, yang terpenting adalah pembelaan diri, mendapatkan penterjemah, dan proses peradilan yang fair," kata Iqbal, dalam konferensi pers di Kemenlu, Selasa (30/10/2018), seperti dikutip Antara.

Iqbal menuturkan, seorang WNI bernama Eti binti Toyib sudah ditetapkan sebagai terpidana mati.

Sementara 12 lainnya masih dalam tahap peradilan umum sehingga masih dapat diupayakan bebas dari hukuman mati.

Pemerintah, kata Iqbal, berupaya agar hukuman terhadap Eti bisa diringankan karena tergolong hukuman mati qisas atau bisa dimaafkan oleh ahli waris korban dan kasusnya dituntaskan dengan diyat.



Terkini Lainnya

Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah Lantai 2

Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah Lantai 2

Regional
Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Regional
Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Regional
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Regional
Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Regional
Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Regional
Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Regional
Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi 'Command Center' dan 'Panic Button'

Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi "Command Center" dan "Panic Button"

Regional
Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Regional
Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Regional
5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

Regional
Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Regional
Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Regional
Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Regional
Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Regional

Close Ads X