Sekolah Siaga Bencana, Upaya Sadar Bencana BPBD Luwu Utara

Kompas.com - 09/11/2018, 13:30 WIB
BPBD Luwu Utara lakukan sosialisasi pembentukan sekolah siaga bencana kepada warga rawan bencana di Desa Beringin Jaya, Kamis (08/11/2018).KOMPAS.com/AMRAN AMIR BPBD Luwu Utara lakukan sosialisasi pembentukan sekolah siaga bencana kepada warga rawan bencana di Desa Beringin Jaya, Kamis (08/11/2018).

LUWU UTARA, KOMPAS.com – Kabupaten Luwu Utara di Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang kerap dilanda bencana terutama banjir. Banjir terjadi setiap tahun saat sungai Rongkong meluap akibat intensitas curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Sadar akan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Luwu Utara, menggagas sebuah wadah pendidikan berbasis kesiapsiagaan terhadap bencana, yakni Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Luwu Utara, Alauddin Sukri mengatakan poses pembentukan SSB dilakukan sejumlah kegiatan Sosialisasi Pembentukan SSB di sejumlah wilayah, utamanya di wilayah rawan bencana khususnya banjir, seperti desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta dan desa desa lainnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Segera Bahas Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor di Jabar

“Sosialisasi dilakukan di daerah rawan bencana banjir dengan mengundang perwakilan dari SD, SMP, dan SMA, dan guru serta komite sekolah sebagai peserta, termasuk para relawan PMI dan Pramuka,” katanya, Kamis (08/11/2018).

Menurut Alauddin Sukri, dengan adanya sekolah siaga bencana ini, ke depan akan terbangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi terjadinya bencana di Luwu Utara.

“Harapan ke depan adalah munculnya kesiapsiagaan warga saat terjadi bencana, oleh karena itu SSB Luwu Utara didesain agar warga paham tentang manajemen bencana termasuk, pengurangan risiko bencana, penanganan sebelum, saat, dan setelah suatu bencana terjadi,” ucapnya.

Baca juga: Dua Kabupaten di DIY Siaga Banjir dan Tanah Longsor

Sementara itu warga Beringan Jaya, Surahman, merespon baik digagasnya sekolah siaga bencana BPBD Luwu Utara.

“Kami pasti merespons kehadiran sekolah siaga bencana karena kami disini setiap terjadi banjir tidak tahu warga mau bikin apa, palingg berdiam di rumah menunggu surutnya banjir, kami butuh pelatihan manajemen bencana,” ucapnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Megapolitan
2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

Regional
Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Megapolitan
Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Regional
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Regional
Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Megapolitan
Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Internasional
Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Regional
JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

Nasional
Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

BrandzView
Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional
BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

Regional
CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan

Close Ads X