Pemkab Klaten Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung - Kompas.com

Pemkab Klaten Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung

Kompas.com - 09/11/2018, 11:24 WIB
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

KLATEN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah menetapkan status siaga darurat banjir, tanah longsor dan angin puting beliung untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana tersebut selama musim hujan tiba.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto mengatakan, status siaga darurat bencana tersebut sesuai dengan penetapan keputusan Bupati Klaten.

Dengan keputusan itu, sambung Haris, Bupati Klaten menunjuk BPBD untuk menjadi koordinator dalam rangka penanggulangan kesiapsiagaan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Bencana Sulteng Diperpanjang Sampai 26 Oktober 2018

"Juga memerintahkan kepada para camat se-Kabupaten Klaten untuk ikut serta membantu penanggulangan bencana tersebut," kata Haris, Jumat (9/11/2018).

Pekan depan, sambung Haris, BPBD akan melakukan rapat koordinasi bersama relawan, SKPD terkait dan para camat se-Kabupaten Klaten dengan mengundang narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memetakan wilayah rawan bencana sekaligus mengetahui kondisi terkini di wilayah Klaten. Menurut Haris, perkiraan BMKG hujan deras akan mulai mengguyur Klaten mulai minggu kedua November.

"Kita juga sudah cek peralatan kebencaan yang ada dan menyiapkan pos siaga bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung," jelas dia.

Baca juga: Kemensos Pastikan Kampung Siaga Bencana Siap Antisipasi Dampak Erupsi Merapi

Disamping itu, BPBD telah menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk kedaruratan bencana sebesar Rp 500 juta yang dikeluarkan ketika bencana alam tersebut terjadi dan melanda daerah tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Yogi Pandu Satriawan menambahkan, dari hasil susur sungai yang dilakukan pada awal tahun 2018 ada beberapa tanggul di wilayah Klaten yang telah diperbaiki.

"Ada juga beberapa yang kondisinya masiih kritis. Tapi tetap menjadi perhatian kita karena telah memasuki musim hujan," jelas dia.(K136-17)



Close Ads X