Menyongsong Pilkades Serentak 67 Desa di Karawang - Kompas.com

Menyongsong Pilkades Serentak 67 Desa di Karawang

Kompas.com - 09/11/2018, 08:09 WIB
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kiri) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (kanan)
KOMPAS.com/ FARIDA FARHAN Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kiri) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (kanan)

KARAWANG, KOMPAS.com - Pada 11 November 2018 mendatang pemilihan kepala desa ( pilkades) serentak 67 di kabupaten berjuluk Kota Lumbung Padi dihelat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Polisi dan TNI memberikan arahan-arahan demi lancarnya pelaksanaan demokrasi tingkat desa itu.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebutkan, pelaksanaan Pilkades serentak tak seutuhnya menjadi kewenangan penyelenggara atau panitia pilkades. Melainkan juga perlu partisipasi semua pihak agar Pilkades berjalan lancar dan kondusif.

"Pilkades bukan sepenuhnya kewenangan penyelenggara, tetapi juga tugas calon, tokoh, dan masyarakat. Seluruh masyarakat harus membantu tugas keamanan agar (Pilkades)berjalan lancar dan aman," ujar Cellica usai acara Orientasi Pilkades Serentak di Swissbell Hotel Karawang, Kamis (8/11/2018).

Baca juga: Unik, Dua Djumain Bersaing pada Pilkades di Malang

Cellica meminta 204 calon kades bersikap dewasa, dan menghindari praktik provokasi, kampanye hitam, fitnah, serta menebar hoaks.

"Jika ada oknum yang memprovokasi atau kampanye hitam laporkan saja kepada aparat kepolisian dan TNI untuk ditindaklanjuti," ujar Cellica.

Pilkades serentak gelombang ketiga ini, tambahnya, menjadi representatif pemkab. Hal ini merujuk pada Pilkades serentak 177 desa di 2015 lalu.

"Kalau 2015 Pilkades di 197 desa aja aman, masa iya 67 desa ada konflik," tandasnya.

Imbauan

Pemkab Karawang juga telah mengeluarkan edaran kepada sejumlah perusahaan di Karawang untuk meliburkan pekerjanya.

Tujuannya agar warga Karawang yang desanya menggelar pilkades, bisa menggunakan hak suaranya.

Baca juga: Taruhan Pilkades, 3 Kakek Ditangkap Polisi di Magelang

"Saya harap pihak perusahaan bisa mentaati apa yang memang menjadi edaran Pemkab (Karawang)," katanya.

Cellica menyebut partisipasi pada Pilkades serentak sebelumnya mencapai 90 persen. Hal ini menjadi indikasi antusiasme masyarakat untuk memilih kepala desa sangat tinggi.

"Sayang jika masyarakat yang antusias disodori kampanye hitam, hoaks, dan fitnah," katanya.

Antisipasi permainan bandar judi

Polres Karawang menurunkan tim khusus untuk menelusuri adanya praktik perjudian pada pilkades serentak. Hal ini untuk mencegah perjudian yang dapat merusak tatanan demokrasi di tingkat desa.

"Tapi kalau memang ada akan kita tindak," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya.

Baca juga: Pilkades di Magelang, Kandidat Kakak Beradik sampai TPS Unik

Slamet mengatakan, pada pengamanan pilkades pihaknya menerjunkan sebanyak 600 personel ditambah 2 SSK dari Brimob Polda Jabar.

"Mereka juga ditempatkan di titik-titik yang dinilai rawan," katanya.

Slamet mengimbau kepada penyelanggara Pilkades untuk melaksanakan tahapan sesuai aturan. Ia juga mengimbau kepada calon kades untuk mengikuti proses demokrasi di tingkat desa dengan baik, adil, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta jika ada keputusan panitia yang tidak bisa diterima untuk menempuh jalur hukum, bukan malah  mengerahkan massa.

"Tempuh proses hukum yang berlaku, daripada mengerahkan massa malah membuang uang energi dan waktu," tambahnya.



Close Ads X