Seorang PNS Pemkot Makassar Ditangkap karena Jadi Joki CPNS

Kompas.com - 08/11/2018, 21:08 WIB
kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar,  Kompol Wirdhanto Hadicaksono menunjukkan dua tersangka joki CPNS yang baru ditangkapnya. KOMPAS.com/Hendra Ciptokabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menunjukkan dua tersangka joki CPNS yang baru ditangkapnya.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Andi Slamet alias Memet (30), warga Jalan Sibula Dalam no 68, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, ditangkap karena menjadi joki dalam seleksi calon pegawai negeri (CPNS) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, Memet ditangkap di rumahnya oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Makassar, Rabu (7/11/2018).

Memet yang telah dinyatakan buronan ini ditangkap setelah sindikat perjokian CPNS dari berbagai daerah di Indonesia terungkap.

Selain Memet, lanjut Dicky, sehari sebelumnya, polisi juga menangkap Muh Rusnan (33), warga Bumi Permata Sudiang, Blok J 3, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya yang telah dinyatakan buron.

Baca juga: Polisi Kembali Tangkap 2 Joki CPNS di Makassar, 7 Masih Buron

Sedangkan enam rekan Memet masing-masing, dokter Wahyudi, Musriadi, Martin Tumpak, Ahmad Lutfi, Hamdi Widi, dan Adi Putra, ditangkap saat pelaksanaan tes CPNS di aula Kantor RRI Jalan Riburane, Kota Makassar, Minggu (28/10/2018) siang.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi, Kamis (8/11/2018), mendukung aparat kepolisian mengungkap sindikat perjokian CPNS. Dia pun mengaku akan menindak tegas PNS di lingkup Pemkot Makassar yang tertangkap menjadi joki CPNS.

“Saya sangat mendukung dengan tindakan tegas aparat kepolisian yang berhasil mengungkap sindikat perjokian CPNS di Makassar. Biar pun dia PNS, polisi tetap harus proses. Oknum PNS yang terlibat dalam sindikat perjokian itu akan diproses juga oleh Pemkot Makassar,” singkatnya.

Baca juga: Kasus Joki CPNS di Makassar, Pelindo IV Bantah Ada Dokter Jadi Pegawainya



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X