Ingin Cicilan Motor Lunas, Ojek "Online" Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal

Kompas.com - 08/11/2018, 20:21 WIB
Rahmat (50) ojek online yang membuat laporan palsu ketika berada di Polresta Palembang, Kamis (8/11/2018). Rahmat sebelumnya membuat laporan di Polisi telah menjadi korban begal. KOMPAS.com/ Aji YK PutraRahmat (50) ojek online yang membuat laporan palsu ketika berada di Polresta Palembang, Kamis (8/11/2018). Rahmat sebelumnya membuat laporan di Polisi telah menjadi korban begal.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang ojek online di Palembang, Sumatera Selatan, diamankan pihak kepolisian setempat lantaran membuat laporan palsu dengan mengaku menjadi korban begal, Kamis (8/11/2018).

Kasus ini terungkap setelah anggota SPKT Polresta Palembang melakukan olah TKP di Kecamatan Tegal Binangun. Namun, ketika beberapa saksi dimintai keterangan, warga sekitar pun ternyata tak mengetahui peristiwa tersebut.

Kejanggalan atas kasus itu pun akhirnya membuat petugas kembali memeriksa Rahmat (50) sebagai pelapor.

Dalam pemeriksaan mendalam oleh penyidik, Rahmat yang tercatat sebagai warga Jalan Tanjung Api-api, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, itu akhirnya mengakui bahwa kejadian tersebut fiktif.

Baca juga: Usai Bunuh Teman Dekat, Pria Ini Buat Laporan Palsu ke Polisi

Kepala SPKT Polresta Palembang, Iptu Herry mengatakan, beberapa kali petugas sebelumnya telah menekankan kepada Rahmat bahwa jika terbukti laporan itu palsu, ia akan ditahan. Namun, Rahmat tetap bersikeras bahwa ia telah menjadi korban begal.

“Ketika membuat laporan sudah ada yang janggal, setelah dilakukan olah TKP barulah terbongkar jika cerita itu dia karang sendiri. Tak ada satu pun warga yang mengetahui jika Rahmat ini dibegal,” kata Herry.

Herry melanjutkan, saksi di lapangan pun tak mengatahui bahwa Rahmat menjadi korban begal yang ia katakan terjadi pada Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 18.00 WIB kemarin.

“Sesuai SOP, seluruh kasus 3C (curas, curat, curanmor) kami akan lakukan olah TKP setelah menerima laporan. Dari situlah ternyata Rahmat ini membuat laporan palsu. Sekarang kita tahan,” ujarnya.

Sementara itu, dari pengakuan Rahmat, sepeda motor yang ia beli secara kredit tersebut telah dijual oleh rekannya bernama AF.

Laporan palsu tersebut ia buat karena tak ingin lagi membayar cicilan motor.

“Saya sudah tidak ada uang lagi untuk membayar cicilan motor, jadi saya jual terus bikin laporan palsu ke polisi,” ungkap Rahmat.

Baca juga: Komplotan Begal di Palembang Ini Gunakan Wanita Sebagai Umpan

Rahmat yang mengaku sebagai ojek onine ini pun mengaku saat ini sedang terhimpit kebutuhan ekonomi hingga ia nekat membuat laporan palsu.

“Yang ajari saya buat laporan palsu teman. Katanya biar tidak dikejar leasing lagi. Saya menyesal, saya sehari-hari ojek online,” kata dia.

Atas ulahnya itu, Rahmat pun akan dikenai Pasal 242 KUHP tentang keteranga palsu dengan ancaman kurungan penjara 4 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X