Kejari Pekanbaru Tahan Direktur Swasta Terkait Korupsi Proyek Drainase

Kompas.com - 08/11/2018, 16:01 WIB
Ilustrasi korupsi ShutterstockIlustrasi korupsi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Meski sempat dua kali mangkir, Kejaksaan Negeri Pekanbaru akhirnya menahan direktur perusahaan pemenang tender proyek pengerjaan drainase di Pekanbaru, Riau.

Penahanan dilakukan setelah tersangka SJ diperiksa kesehatannya di RSUD Arifin Achmad, Kamis (8/11/2018).

Hasil medis menyatakan, tersangka sehat, sehingga dibawah ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Pekanbaru Sri Odit Megonondo mengatakan, penahanan tersangka SJ merupakan tindak lanjut dari empat tersangka yang sudah ditahan sebelumnya dalam kasus korupsi pengerjaan drainase di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, yang merugikan negara Rp 2,5 miliar.

Baca juga: Rumah DP 0 Persen Disebut Bisa Minimalisasi Korupsi pada ASN, TNI, dan Polri

"Tersangka (SJ) adalah direktur PT Sabar Jaya Karya Tama, perusahaan pemenang tender pengerjaan drainase di Pekanbaru," ungkap Odit, kepada wartawan usai penahanan tersangka, Kamis.

Dia mengatakan, tersangka sempat dua kali mangkir dari panggilan Kejari Pekanbaru, dengan berbagai alasan.

Setelah dilakukan pemanggilan ulang, akhirnya tersangka memenuhi panggilan dan dilakukan penahanan. Tersangka ditahan 20 hari kedepan.

"Sebelumnya kita sudah menahan empat tersangka, masing-masing berinisial RM pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) beserta IS dan WI selaku PNS Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Provinsi Riau, dan satu dari pihak swasta berinisial IS. Hari ini kita menahan tersangka SJ. Total ada lima tersangka," terang Odit.

Itu artinya, sambung dia, seluruh tersangka korupsi proyek drainase ini sudah ditahan di Rutan Sialang Bungkuk.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bandung Barat, Demi Biayai Istrinya Nyalon hingga Dituntut 8 Tahun Penjara

Odit mengungkapkan, pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta anggaran tahun 2016 senilai Rp 11,4 miliar. Namun, hasil audit ditemukan kerugian negara Rp 2,5 miliar.

"Dalam perkara ini, ada beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai kontrak, yang menimbulkan kerugian negara," ujar Odit.

Akibat dari kasus ini, pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta terbengkalai.

Padahal, drainase ini dibangun untuk mengantisipasi banjir yang melanda kawasan tersebut. Bahkan, pada saat hujan deras, ruas jalan digenangi air.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Nelayan Bengkulu Hilang di Laut Lepas Sejak 23 Hari Lalu

4 Nelayan Bengkulu Hilang di Laut Lepas Sejak 23 Hari Lalu

Regional
Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Pria Beristri Ini Mengaku Ingin Jadi Pacar Korban

Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Pria Beristri Ini Mengaku Ingin Jadi Pacar Korban

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Bali, Ada Gangguan Jantung dan Kencing Manis

Pasien Covid-19 Meninggal di Bali, Ada Gangguan Jantung dan Kencing Manis

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar: Saya Minta Korban Melapor agar Cepat Selesai

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar: Saya Minta Korban Melapor agar Cepat Selesai

Regional
Khofifah dan Emil Dardak Kirim Ucapan Selamat HUT Ke-727 Surabaya, Ini Kata Sosiolog

Khofifah dan Emil Dardak Kirim Ucapan Selamat HUT Ke-727 Surabaya, Ini Kata Sosiolog

Regional
Gadis ABG Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya, Terungkap Setelah Korban Menikah

Gadis ABG Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya, Terungkap Setelah Korban Menikah

Regional
Korban Keracunan Nasi Kuning Ulang Tahun Bertambah Jadi 40 Orang, Mayoritas Anak-anak

Korban Keracunan Nasi Kuning Ulang Tahun Bertambah Jadi 40 Orang, Mayoritas Anak-anak

Regional
Sulamah, Istri Wali Kota Tidore Kepulauan, Meninggal karena Corona

Sulamah, Istri Wali Kota Tidore Kepulauan, Meninggal karena Corona

Regional
Seorang Wanita Ditangkap karena Bunuh dan Buang Bayi ke Selokan

Seorang Wanita Ditangkap karena Bunuh dan Buang Bayi ke Selokan

Regional
Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X