Tiba di Bangkalan, Jenazah Teknisi Lion Air Rabagus Noerwito Dimakamkan

Kompas.com - 07/11/2018, 22:34 WIB
Muhammad Nur Rahman (tengah), ayah dari Rabagus Nurwito, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Bangkalan, Senin (29/10/2018). Dok. Istimewa Muhammad Nur Rahman (tengah), ayah dari Rabagus Nurwito, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Bangkalan, Senin (29/10/2018).

BANGKALAN, KOMPAS.com — Jenazah korban Lion Air JT 610 asal Bangkalan, Rabagus Noerwito (27), tiba di Kota Salak pada Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Teknisi Lion Air itu diberangkatkan dari Jakarta menggunakan pesawat Batik Air ID 6370 sekitar pukul 06.00 WIB.

Keluarga dan kerabat serta ratusan warga menunggu dengan histeris saat perwakilan PT Lion Air menyerahkan jenazah di Kampung Kaskel, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Madura.


Istri korban, Ghea Shofa Anggraini, tak kuasa melihat suaminya telah tiada. Dia menangis histeris hingga pingsan saat jenazah suaminya akan disemayamkan.

Baca juga: Tim SAR Serahkan Satu Kantong Jenazah Korban Lion Air Hari Ini

Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Mlajah, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, sekitar pukul 10.25 WIB.

General Manager Lion Maintenance, perwakikan PT Lion Air, Mardoyo, mengatakan, pihak PT Lion Air berjanji akan memfasilitasi semua yang menjadi hak korban.

"Kami mewakili Lion Group, khususnya divisi teknis, sekali lagi kami memohon maaf kepada semua pihak, khususnya keluarga korban. Kantor kami akan memfasilitasi hak-hak korban,” ujar Mardoyo.

Hak-hak korban, seperti uang sebagai santunan, kata Mardoyo, dan hak-hak lainnya akan diurus semuanya.

Menurut dia, Rabagus sudah enam tahun bekerja di PT Lion Air dan dikenal memiliki kepribadian yang baik di kalangan teknisi Lion Air.

"Almarhum baik selama ini dan tidak pernah punya masalah, khususnya dengan teman-teman di bidang teknis," katanya.




Close Ads X