4.384 Rumah Warga di Indragiri Hulu, Riau, Dilanda Banjir

Kompas.com - 07/11/2018, 14:32 WIB
Petugas BPBD Indragiri Hulu (Inhu), Riau, memantau kondisi banjir yang melanda 11 kecamatan, Rabu (7/11/2018). Dok. BPBD Riau Kompas.com/Idon TanjungPetugas BPBD Indragiri Hulu (Inhu), Riau, memantau kondisi banjir yang melanda 11 kecamatan, Rabu (7/11/2018). Dok. BPBD Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Akibat hujan terus menerus sejak beberapa hari belakangan ini, sejumlah wilayah di Provinsi Riau dilanda banjir.

Selain di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), banjir menerjang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan merendam ribuan rumah sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan, banjir di Kabupaten Inhu terjadi di 11 kecamatan yang di dalamnya terdapat 44 desa.

"Ada sekitar 4.384 rumah warga yang digenangi air. Saat ini belum ada warga yang mengungsi, karena sebagian besar rumah warga yang berada di bantara Sungai Indragiri berbentuk panggung," ucap Edwar kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Dia menyebutkan, banjir melanda Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Peranap, Rakit Kulim, Batang Peranap, Kelayang, Sei Lala, Pasir Penyu, Rengat, Kuala Cinako, Rengat Barat dan Kecamatan Lirik.

Baca juga: Lima Orang Tewas pada Bencana Banjir di Tasikmalaya, Ini Kronologisnya

Selain rumah warga, satu sekolah menengah pertama (SMP) turut terendam. Namun, aktivitas belajar mengajar masih berjalan normal.

"Ketinggian air mencapai 65 centimeter hingga satu meter. Banjir diakibatkan luapan air Sungai Indragiri," sebut Edwar.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, pihaknya saat ini sudah mendirikan tenda pengungsian untuk korban banjir.

"BPBD Inhu sudah menyiagakan beberapa peralatan pengungsian berupa tenda. Tapi saat ini belum ada warga yang mengungsi," ujar Edwar.

Baca juga: Korban Tewas akibat Banjir di Tasikmalaya Bertambah Jadi 4 Orang

Selain rumah, tambah dia, juga ada sekolah dan jalan tergenang banjir. Saat ini tim terus memantau kondisi luapan air Sungai Indragiri.

"Kita imbau masyarakat terus waspada, karena curah hujan masih tetap tinggi. Tim kita terus stand by di lokasi apabila dibutuhkan untuk membantu warga," tutup Edwar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X