Jaringan Kyai Santri Nasional Targetkan 70 Persen Suara di Jabar untuk Jokowi-Ma’ruf Amin

Kompas.com - 06/11/2018, 20:31 WIB
Pengurus Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Pengurus Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat.


BANDUNG, KOMPAS.com- Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) menaruh target untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat.

“Dengan jaringan yang kuat, dari jumlah pemilih (DPT) di Jawa Barat sekitar 31 juta , mungkin target kami meraih 70 persen suara untuk pasangan pak Jokowi dan Ma’ruf Amin,” kata Ketua JKSN Jawa Barat Ela Giri Komala saat ditemui di Deklarasi Pengukuhan JKSN Jawa Barat di Rumah Makan Cibiuk, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (6/11/2018).

Lebih lanjut, Ela menambahkan, strategi pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat bakal dilakukan secara door to door dengan menyasar masyarakat di tingkat RT RW.

“Kami sudah punya jaringan organisasi di provinsi, kemudian dikembangkan di kabupaten kota, kecamatan, kelurahan, ranting, hingga ke tingkat RT/RW. Kami langsung terjun ke lapangan. Seperti ke majelis taklim yang jumlahnya mencapai 20 ribu di Jabar. Kemudian jaringan guru-guru dari Perguruan NU (Pergunu),” ungkapnya.

Baca juga: Kalla Sebut Yusril Tetap Profesional meski Jadi Pengacara Jokowi-Maruf

Selain itu, Ela optimistis kaum nahdliyin dari pesantren-pesantren di Jawa Barat bakal memberikan suara penuh untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau pesantren kebanyakan adalah kaum nahdliyin. Jadi otomatis kaum nahdliyin sudah punya tanggungjawab secara moral, pribadinya masing-masing, untuk memenangkan pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin,” ungkapnya.

Ela mengatakan, rencananya JKSN Jawa Barat akan melakukan deklarasi akbar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada tanggal 15 November 2018 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut rencananya bakal dihadiri oleh Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Dewan Pengarah JKSN Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Tim Pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Erik Thohir.

“Akan dikerahkan massa se-Jawa Barat Insya Allah sampai 10 ribu orang,” tandasnya.

Di tempat yang sama, ketua JKSN Pusat, Rozikin mengimbau agar upaya pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak dicederai oleh sosialisasi yang menggunakan cara-cara kurang baik.

“Kegiatan kyai santri ini jangan sampai menggunakan cara-cara tidak baik. Terutama untuk mengajak jamaiah atau masyarakat agar menggunakan kata-kata yang kembut, baik dan ajakan berisi. Sehingga, masyarakat yang diajak mengerti dan paham,” ujarnya.

Rozikin menjelaskan, imbauan menyebarkan pesan-pesan kebaikan tersebut juga ditujukan kepada seluruh pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin tanpa memandang kelompok mana pun.

“Kami tidak akan menggunakan cara-cara yang hoaks, fitnah. Itu akan kami hindari. Sehingga dengan cara-cara yang baik ini Insya Allah masyarakat melalui jaringannya emak-emak berkualitas bisa mengajak kaum muda, milenial, untuk memilik Jokowi-Ma'ruf Amin,” bebernya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X