Korupsi Dana Desa Rp 309 Juta, Dua Mantan Pejabat Desa di Riau Ditahan Polisi

Kompas.com - 06/11/2018, 19:30 WIB
Kapolres Inhil AKBP Christian Rony memperlihatkan hasil pengungkapan penyeludupan bibit lobster senilai 32 milyar rupiah yang rencananya akan dibawa menuju Singapura KOMPAS.com/Citra IndrianiKapolres Inhil AKBP Christian Rony memperlihatkan hasil pengungkapan penyeludupan bibit lobster senilai 32 milyar rupiah yang rencananya akan dibawa menuju Singapura

PEKANBARU, KOMPAS.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, melakukan penahanan dua orang tersangka kasus korupsi dana desa di Kecamatan Concong, Kabupaten Inhil.

Dua tersangka yang ditahan yakni Darmadi (48) selaku mantan Pj Kepala Desa Panglima Raja dan mantan sekretarisnya, Syahril (51).

Kedua tersangka korupsi dana desa dengan kerugian negara sebesar Rp309.589.335 itu ditahan, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Kepala Syahbandar Pos Pelabuhan Pulau Sambu Terjaring OTT

"Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, kita lanjutkan dengan penahanan," kata Kapolres Inhil AKBP Christian Roni Putra, kepada Kompas.com, Selasa (6/11/2018).

Kedua tersangka melakukan korupsi pengelolaan anggaran pembangunan desa pada APBD Panglima Raja, Kecamatan Concong, tahun anggaran 2015.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Inhil pada 8 Maret 2018 lalu. Kemudian, petugas kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kedua pelaku yang dilaporkan, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, terdapat kerugian negara sebesar Rp309.589.335," kata Christian.

Baca juga: PAN Bahas Proses Pergantian Wakil Ketua DPR Pasca-penahanan Taufik Kurniawan

Setelah dilengkapi bukti dan keterangan saksi-saksi, maka kedua pejabat desa tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan dilanjutkan dengan penahanan.

"Sebelum dilakukan penahanan, kedua tersangka sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dokkes Polres Inhil. Kedua tersangka dalam keadaan sehat," sebut Christian.

Dia menambahkan, kedua tersangka korupsi dana desa ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X