Perjalanan Kasus Pembakaran Bendera di Garut, dari Penangkapan Pelaku hingga Vonis 10 Hari

Kompas.com - 06/11/2018, 18:56 WIB
Ribuan santri saat berkumpul di Lapangan Gasibu Bandung, Jalan Diponegoro, untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (21/10/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIRibuan santri saat berkumpul di Lapangan Gasibu Bandung, Jalan Diponegoro, untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (21/10/2018).

KOMPAS.com - Kasus pembakaran bendera saat peringatan Hari Santri Nasional HSN, Senin 22 Oktober 2018 di Garut telah berujung vonis di Pengadilan Negeri Garut.

Pada hari Senin (5/11/2018), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut memvonis pembawa dan pembakar bendera, 10 hari penjara.

Berikut sekilas fakta dan kronologi kasus pembakaran bendera di Garut.

1. 22 Oktober: tiga orang diamankan saat HSN di Garut

Tiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera saat menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018Kompas.com/Ari Maulana Karang Tiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera saat menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018

Insiden pembakaran bendera organisasi terlarang di Indonesia terjadi saat ribuan santri menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut.

Tiga orang diamankan polisi. Dua diantaranya terbukti bersalah dan satu diantaranya dinyatakan tidak terlibat. Dua pelaku pembakaran tersebut adalah Faisal Mubarok dan Mahfudin.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan, hanya dua yang terlibat langsung membakar bendera, satu orang lainnya adalah panitia acara.

“Saya klarifikasi info kemarin dan sekarang beda. Perannya satu orang enggak ada kaitan sama sekali karena ketua panitia. Nah dua orang (diduga) melakukan pembakaran,” jelasnya, Kamis (25/10/2018).

Baca Juga: Fakta Kasus Pembakaran Bendera, Minta Perlindungan Polisi hingga Pembawa Bendera Jadi Tersangka

2. 25 Oktober: pembawa bendera ditangkap di Bandung

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko didampingi Dir reskrimsus Polda Jabar, Kombes Umar Suraya fana tengah menjelaskan seorang pria yang diduga membawa bendera HTI saat perayaan Hari Santri Nasional.  KOMPAS.com/AGIEPERMADI Kabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko didampingi Dir reskrimsus Polda Jabar, Kombes Umar Suraya fana tengah menjelaskan seorang pria yang diduga membawa bendera HTI saat perayaan Hari Santri Nasional.

Selain mengamankan dua pelaku pembakaran bendera, polisi juga memburu pembawa bendera selain bendera Merah Putih di acara HSN di Limbangan, Garut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X